BELITUNG TIMUR (MLI) (05/02/18). Warga nelayan Desa Batu Air Kecamatan Simpang Pesak Kabupaten Belitung Timur yang hilang sejak Rabu (31/01/18) disekitar muara Sungai Sembuluk belum juga diketemukan.
Warga yang dikabarkan mencari ikan dengan menggunakan jaring tangkap skala kecil (Jaring/pukat) tersebut diduga diganggu binatang air.
Dari pantauan wartawan dilapangan didapati sebuah jerigan tempat penampungan ikan hasil tangkap diduga milik korban isinisial Juhardi yang merupakan warga setempat (Tanjung Batu Air) umur 47 tahun terdapat bekas gigitan binatang air.
Memasuki hari ke-4 Sabtu 3 Februari Bupati Belitung Timur Yuslih Ihza menyambangi lokasi yang diperkirakan tempat hilangnya warga nelayan disekitar sungai sembuluk.
Selain Bupati Beltim Yuslih Ihza, sejumlah tim gabungan juga terlihat baik dari kesatuan AD, AL, Polair, Bazarnas, Tagana, pemuka Adat dan sejumlah masyarakat.
Bupati Beltim Yuslih Ihza, setelah memberikan arahan beliau juga ikut melakukan pencarian didarat dengan menyusuri pinggit sungai bersama tim dan masyarakat.
Seperti dikatakan oleh sumber dilokasi Bupati Beltim Yuslih Ihza berharap semoga warga nelayan Desa Batu Itam, yang hilang sewaktu menjala ikan secepatnya diketemukan.
“Yuslih berharap semoga warga nelayan Desa Batu Itam yang hilang sewaktu menjala atau menggunakan jaring skala kecil tersebut secepatnya diketemukan,” ucap sumber itu melalui pesan singkatnya watsapp. Sabtu (3/2/2018)
Dia juga mengatakan (tambah sumber itu-red) tidak hanya Pak Bupati dan rekan-rekan yang ada dilokasi kami pun berharap demikian semoga warga yang hilang tersebut dengan segera ditemukan, ucapnya. Sumber; Basarnas Beltim. (TEAM)
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























