media Lintas Indonesia – Mendengar Mandalika, sudah pasti ingat bagaimana ganasnya gelombang di sana. Sebuah pulau kecil yang dinamakan Pulau Mandalika pun terkenal mistis. Banyak kisah tutur dari masyarakat akan hal mistis di sini. Sejak Ulo Lempe hingga Yuyu Gotho.
Di pulau tersebut juga ada dua makam. Makam Adipati Patak Warak, dan makam Sayid Usman. Sayid Usman adalah seorang abdi dari Keraton Kalinyamat yang mengikuti Ratu Kalinyamat bertapa di Bukit Sonder. Patak Warak sendiri dalam versi cerita ketoprak, Dulu pulau mondoliko menyatu dengan bukit benteng portugis saat itu dibelah dengan pusaka patak warak dan terpisahlah pulau itu. Tujuannya agar tidak dikejar sunan muria dan santri lainnya karena membawa putri NODJORONO. Makanya di pulau tersebut terdapat beberapa makan santri keluarga sunan muria yang gugur saat melawan patak warak. Dan di pulau itu juga patak warak dikalahkan kopo dan kentiri sebagai murid Sunan Ngerang Juwana.
Pegiat wisata dari beberapa pengunjung mengatakan, ”Memang sudah banyak yang berkunjung ke dua makam tersebut. Untuk lebih meyakinkan tentang kewaliyannya.
Terlepas dari kemistisannya, pemandangan sekitar Pulau Mandalika patut dijadikan sebagai obyek wisata andalan yang mesti dikunjungi wisatawan. Pantainya,dengan hamparan pasir putih yang bersih serta ada gua di sebelah utara pulau mondoliko yang di namakan goa siluman. Kenapa disebut goa siluman ? karena kalau air laut surut mulut goa kelihatan tapi saat air laut pasang tidak nampak mulut goanya. Jadi membuat pulau mondoliko punya pemandangan yang unik dan menyenangkan.
*Menakjubkan *
Pemandangan itu bisa dirasakan saat wisatawan memilih naik perahu dan berkunjung ke Pulau Mandalika. Dengan jarak 2 mil dan perjalanan ditempuh 15 menit sambil menikmati suguhan pemandangan pantai dengan latar belakang pegunungan yang menjulang akan memanjakan wisatawan. Di sekitar perairan Mondoliko banyak menjulang bukit-bukit, dan pegunungan. Ada Bukit Jago, Bukit Ragas yang hampir tuntas ditambang batu putihnya sejak akhir 90an. Mungkin jarak 3-5 tahun bukit itu sudah hilang, selain itu ada juga Gunung Genuk.
Sementara itu, di Pulau Mondoliko sendiri banyak keseruan yang ditawarkan ke pengunjung. ”Ada wisata sejarahnya yaitu lampu mercusuar yang konon dibangun sejak jaman voc Belanda sekitar tahun 1880, Dan yang tertua di jawa. Ada juga wisata religinya yaitu makam. Dan disiapkan juga Perahu wisata untuk melayani paket mancing dengan sewa kapal Rp 600 ribu . Pemancing akan dibawa ke spot – spot mancing terumbu karang yang banyak ikannya. Fasilitas yang ada diperahu juga lengkap ada box ikan, peralatan memasak, dan karaoke sound system di perahu terang Bapak Iwan Nugroho yang juga menjadi manager setempat.
Biasanya, lanjut Pak Iwan, penyeberangan menuju Pulau Mandalika lumayan ramai sejak dibangun pelabuhan penyebrangan dan di siapkan kapal wisata apalagi saat Kupatan, dan tahun baru masehi. Sekali jalan, sewa perahu mematok tarif Rp 300 ribu dan untuk penumpang Rp 30 ribu PP sudah termasuk ditemani pemandu wisata. ”Kami bekerjasama dengan nelayan. Peralatan keselamatan juga sudah ada. Pelampung disediakan untuk para wisatawan yang menyeberang,” kata Iwan.
Wisatawan juga dibolehkan menginap jika beberapa pengunjung menginginkan ngecamp di sana. Kami mengingatkan wisatawan yang mau ngecamp tetap harus berhati-hati karena masih kental mistis-mistisnya di sana. Tapi kedepan akan kami tata lagi, dan lebih serius menggarap potensi wisata pulau tersebut,” paparnya.
Kegiatan pariwisata di sekitar perairan Mondoliko ini juga menarik. Selain wisata pantai, kurang lebih 1.500 meter dari Pantai Benteng Portugis juga terdapat wisata Goa Tritib. Wisata perbukitan yang asik untuk menikmati matahari terbit dan tenggelam. Serta melihat hamparan pantai benteng portugis yang memanjakan sejauh mata memandang. (rqhj)
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























