SUMENEP, (Lintasindonesia.co.id) – Ekskavator (alat berat) di Kecamatan Saronggi, Sumenep, Madura, Jawa Timur belum di evakuasi meski lama terlihat nyungsep. Pembiayaran dilakukan disebabkan terkendala anggaran.
Kepala bidang operasi dan pemeliharaan dinas Pengairan Kabupaten Sumenep S. Hairi, mengakui adanya ekskavator yang mengalami musibah (nyungsep), apalagi dirinya menyebutkan untuk mengevakuasi ekskavator tersebut butuh biaya yang cukup besar.
“Sudah dilakukan evakuasi untuk mengangkat alat berat itu, tapi tidak ada hasilnya, untuk mengangkat itu lagi (Ekskavator red) butuh biaya tambahan sebesar 35 juta,” katanya saat dikonfirmasi diruang kerjanya, Jum’at (10/8/2018).
Menurutnya, besaran biaya evakuasi ekskavator yang pernah dilakukan sebelumnya mencapai sekitar 75 juta, namun upaya itu tidak membuahkan hasil, malah sebaliknya 75 juta itu hangus.
“Gak gampang untuk evakuasi alat berat itu, sebelumnya mengevakuasi sudah menghabiskan 75 juta, sekarang operatornya minta tambahan 35 juta, dapat dari mana lagi uang,” jelasnya. (Yasid)
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























