Sumenep, MLI- Penyerahan secara simbolis Bantuan Penyelenggaraan Pendidikan Diniyah dan Guru Swasta (BPPDGS) sebanyak Rp 6,4 miliar di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, tersalurkan.
Penyerahan bantuan dilaksanakan secara simboli oleh Bupati Sumenep Dr KH A. Busyro Karim, M.Si.
Menurutnya, para penyelenggara pendidikan diniyah diharapkan untuk bersama-sama menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Bahkan, menjadikan sebagai bangsa yang maju.
“Tantangan saat ini seiring perkembangan teknologi dan informasi semakin berat, karena masyarakat sangat mudah mengakses berbagai trans ideologi termasuk aliran-aliran agama,” kata Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si, di Hotel Utami, Selasa, (3/12/2019).
Ia meminta kepada para penerima bantuan tersebut jangan sekedar melihat nominal besar kecilnya bantuan, melainkan harus memaknai bahwa pemerintah sangat peduli kepada pelaku pendidikan di Kabupaten Sumenep itu.
“Dengan bantuan ini, diharapkan bisa memotivasi para guru untuk ikut serta memajukan dan meningkatkan mutu dan kualitas lembaga pendidikan swasta di Sumenep,” paparnya.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Drs. Bambang Irianto, M.Si menjelaskan, adapun bantuan tersebut sumber dananya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Timur tahun anggaran 2019.
“Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengalokasikan dana bantuan totalnya mencapai Rp6,4 miliar, dengan sasaran penerima bantuannya sebanyak 1.497 lembaga pendidikan. Mudah-mudahan bantuan ini bisa barokah untuk memajukan pendidikan di masa mendatang,” tuturnya.
Oleh karena itu, bantuan BPPDGS yang diperuntukkan kepada pendidikan diniyah dan guru swasta untuk mendukung pendidikan diniyah dan para guru swasta.
“Nah, selain itu, bantuan BPPDGS bertujuan meningkatkan pendidikan agama, mencegah terjadinya putus sekolah dan meningkatkan kesejahteraan guru swasta,” imbuhnya. (Yas)
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























