Sumenep, (Lintasindonesia.co.id) – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menggelar lomba berbasis kebudayaan lokal. Rabu, (12/12/2018).
Pagelaran ini, dalam rangka melestarikan budaya kearifan lokal melawan gencarnya kemajuan teknologi informasi.
Dalam acara tersebut dimulai sejak pada tanggal 10 Desember 2018, acara ini bakal tuntas tanggal 14 Desember 2018 di Gedung Gugus (SDN Pandian IV) dan juga diberbagi tempat Kota Sumenep.
Acara tersebut dikemas dengan berbagai kegiatan, salah satunya,
Puisi Bahasa Madura, Lomba Pal-Kapalan, Dongeng Madura, Lomba Dhako, Rap-kerraban Sape, Salodur, Syair Madura, Beklen, Amain Leker, Bal Budi, dan Lomba Tenjak.
Kepala Dinas Pendidikan Sumenep Drs. H. Achmad Shadik, M.Si mengatakan, lomba berbasis lokal ini sebagai upaya dalam melestarikan dan mengenalkan berbagai budaya lokal pada anak-anak.
Sebab, mengingat berbagai budaya lokal ini tentu sudah mulai pudar karena begitu cepatnya perkembangan teknologi dan informasi.
“Dengan diadakan lomba ini, agar budaya lokal tidak tergerus oleh arus informasi dan globalisasi saat ini,”ujarnya.
Selain demikian, dalam berbagai kegiatan lomba ini agar para siswa dan siswi semakin kenal dan cinta akan budaya asli Sumenep.
“Lomba ini juga demi menanamkan kecintaan siswa terhadap budaya Sumenep yang saat ini mulai punah,” jelas Sadik.
Dirinya menambahkan, begitu pula adanya permainan tersebut para siswa akan dilatih kesabaran, kekompakan, ketelatenan dan sosial serta menjaga dan memelihara permainan lokal Sumenep tersebut.
Dengan demikian, pihaknya berharap adanya inovasi pendidikan melalui budaya lokal ini, bisa menggugah semangat siswa dan guru untuk mencintai budayanya sendiri, seiring adanya kemajuan teknologi dan informasi.
“Sumenep memiliki banyak kebudayaan dan kesenian yang sudah mulai hilang akibat adanya teknologi dan informasi yang menyebabkan anak-anak cenderung bermain game di telepon genggam maupun komputer,” tukasnya.
Sementara dihari ketiga ini, lomba Syair Basa Madura untuk tingkat siswa/siswi SMP sekabupaten Sumenep dengan diikuti sebanyak 27 Siswa/Siswi. Untuk Puisi Bahasa Madura untuk guru SD diikuti 21 guru se-Kabupaten Sumenep. (Yasid)
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























