SUMENEP, (Lintasindonesia.co.id) – Pertanggung jawaban Dinas PU Pengairan Kabupaten Sumenep, soal ekskavator patut dipertanyakan, pasalnya, hingga akhir bulan Agustus 2018 ekskavator nyungsep di Desa/Kecamatan Saronggi, Sumenep, Madura, Jawa Timur belum di evakuasi. Rabu (22/8/2018).
Versi Suhairi Kabid OP PU Pengairan Sumenep, tidak dilakukannya evakuasi ekskavator nyungsep itu berdalih lantaran dirinya merasa kesulitan untuk sewa alat berat.
“Masih kesulitan sewa alat berat (Ekskavator),” katanya langsung mematikan telepon genggamnya Selasa 21/8/2018.
Padahal, diberitakan sebelumnya, bahwa alat berat itu akan mau diangkat hanya saja dirinya masih cari ekskavator untuk mengangkat alat berat yang nyungsep.”Itu sudah mau diangkat, ini masih cari ekskavator,” ucapnya.
Oleh sebab itu, diketahui nyungsepnya ekskavator itu sudah cukup lama, sampai saat sekarang ini dibiarkan begitu saja.
” Ini sudah lama nyungsep, sekitar sebelum bulan puasa,” papar warga setempat yang ogah namanya dipublikasikan.
Sebelumnya, ekskavator nyungsep saat hendak melakukan pengerukan tambak, saat mengevakuasi alat berat tersebut, dua ekskavator gagal untuk mengevakuasi, hanya menelan biaya 75 juta hangus.
Bahkan, untuk mengevakuasi kembali (Alat berat), membutuhkan biaya tambahan yang cukup besar hingga 35 juta. (Ro/Yas)
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























