Jombang lintasindonesia.com
Kedatangan kepala desa sekecamatan Diwek Kabupaten Jombang Jawa Timur ke gedung DPRD Jombang pada selasa(31/08/2021).
Para kepala desa ke gedung DPRD Jombang disertai dengan heiring bersama komisi D, lantaran dugaan doubel anggaran isolasi terpusat(isoter) yang ada di SMP Negri 1 Diwek.
Dan adanya unggahan dimedia sosial atau facebook oleh salah satu anggota DPRD Jombang, dari komisi D,atas nama facebook Mustofa Mansyur.
Tujuan teman-teman(Kepala Desa,Red) ini klarifikasi karena di beritakan di medsos,koran,facebook itu merasa keberatan teman-teman Kepala Desa, “kata Lantarno, Kepala Desa Ngudirejo,Kecamatan Diwek, usai melakukan heiring bersama DPRD Jombang terkait dengan adanya tudingan doubel anggaran pada isoter,Lantarno mengguraikan, bahwa pihak DPRD Jombang, tidak memahami aturan tersebut.
Itu mungkin belum paham sama sekali,karena di kecamatan Diwek sendiri, Kepala Desa tidak mau dan juga berhati-hati untuk menggangarkan dari anggaran APBN,DD dan mungkin yang dimaksud adanya doubel anggaran BTT (Biaya Takterduga) padahal BTT belum ada kejelasan dan belum turun,”jelasnya.
Lanjut kata Lantarno,untuk anggaran BTT dipergunakan untuk honor.karena anggaran BTT jika dipergunakan untuk isoter,tidak akan mencukupi, tidak mungkin doubel anggaran.karena sudah diatur, ini dari DD, dan ADD dan BTT yang sudah di anggarkan dari pukesmas,”pungkasnya.
Sementara itu ketua komisi D, DPRD Jombang,Erna Kuswati,menggungkapkan,bahwa pihaknya tidak untuk mencari kesalahan saat melakukan sidak di isoter maupun melakukan unggahan tulisan dimedia sosial.karena dengan temuannya tersebut, pihaknya ingin rumah sehat yang ada di Kecamatan berjalan dengan semestinya.
Kami ingin supaya nantinya rumah sehat itu bisa berjalan dengan baik dan dikelola dengan baik supaya pasien yang di isolasi mendapat pelayanan yang bagus,”tandasnya”.
Perlu diketahui, Badan Penangulangan Daerah(BPDB)Jombang.mendapat pencairan dari kas Daerah pada tanggal 24 Agustus 2021.kemudian pihaknya mentransfer ke setiap Kecamatan untuk rumah sehat setelah pihak Kecamatan melengkapi persyaratan yang ditetapkan.
Rumah sehat di 21 Kecamatan sekabupaten Jombang mendapat kucuran dana BTT(Belanja Tidak Terduga) Alokasi Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Jombang. Dari 21 kecamatan, hanya kecamatan Jombang yang mendapat dana dengan nilai tertinggi, yakni sebesar Rp. 270 juta untuk Kecamatan Jombang. Sementara 20 Kecamatan lainnya sebesar Rp. 104.152.000.(ali)
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























