
BELITUNG. MLI. Terkait Keluhan pengguna jasa pelabuhan bongkar muat barang Tanjungpandan Belitung yang di kelola oleh PT.Pelabuhan Indonesia II (PERSERO) , mengenai lamanya antrian kapal pengangkut barang yang memakan waktu berhari hari.
Salah satu pekerja bongkar muat barang yang sehari hari bekerja di pelabuhan Pelindo II Tanjungpandan menuturkan kepada wartawan bahwa memang ada beberapa kapal pengangkut barang khusunya kapal kayu (bukan kapal besi) yang membongkar muatannya secara manual sehingga memakan waktu lama dan menyebabkan waktu antrian menjadi lebih lama.
Menanggapi masalah antrian bongkar muat barang di Pelabuhan Tanjungpandan tersebut, General Manager PT.Pelabuhan Indonesia II (PERSERO) Cabang Tanjungpandan Belitung Nurkholis Lukman S.Sos kepada wartawan pada selasa (02/10/18) mengatakan bahwa penyebab lamanya antrian di pelabuhan Pelindo II salah satunya adalah peningkatan pasang surut air laut yang sangat signifikan yang mempengaruhi tinggi rendahnya air baik di alur kapal maupun di kolam tempat kapal bersandar dipelabuhan, meningkatnya sedimentasi yang menyebabkan pendangkalan juga dipengaruhi jumlah kapal yang merapat di pelabuhan.
Dalam sehari pelabuhan Tanjungpandan melayani setidaknya 15 kapal . Dari 15 kapal tersebut 11 kapal diantaranya adalah kapal rakyat (kapal kayu) dan 4 kapal niaga (kapal besi) . Posisi di akhir tahun ini memang terjadi pasang surut yang sangat signifikan sehingga mempengaruhi kedalam alur kapal yang biasanya minus 4 meter sekarang menjadi antara minus dua sampai 3 meter saja. Jelas Nurkholis

Dengan kondisi tersebut menyebabkan kapal kapal tertentu mengalami keterlambatan masuk pelabuhan karena harus menunggu pasang tertinggi baru bisa masuk pelabuhan, kalau tidak kapal tersebut bisa kandas. Jelasnya
Kemudian keberadaan sebelas (11) kapal rakyat yang masih membongkar muatannya secara manual sehingga lambat dalam melakukan kegiatan bongkar muat berbeda dengan kapal kapal niaga seperti kapal BJL, Lotus karena mereka sudah menggunakan alat khusus seperti mobile crane sehingga dalam melakukan kegiatan bongkar muatnya lebih cepat. Sehingga rata rata kapal niaga ini kalau masuk pagi setidaknya besoknya mereka sudah bisa berangkat lagi.
Berbeda dengan kapal rakyat yang masih manual dan masih menggunakan kuli panggul rata rata untuk membongkar muatan membutuhkan waktu empat (4) hari kemudian memuat muatan lagi selama empat (4) hari sehingga setidaknya membutuhkan waktu sepuluh (10) hari sehingga mempengaruhi lamanya antrian kapal yang akan bongkar muat.
Selain itu kita juga sudah melakukan beberapa perbaikan untuk meningkatkan pelayanan di area pelabuhan dan memanggil semua pengguna jasa pelabuhan saat mensosialisasikan kondisi pelabuhan yang masih dalam perbaikan.
Harapan kita kedepan dengan melakukan beberapa perbaikan di pelabuhan setidaknya bisa mempercepat dan memperpendek antrian bongkar muat kapal khusunya kapal kapal rakyat. Jelas Nurkholis didampingi staff beserta wartawan sambil meninjau langsung kegiatan bongkar muat yang sedang berlangsung di pelabuhan indonesia II (persero). Marjono
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























