Fungsi dan tugas Dpr itu, untuk pengawasan terhadap pemerintah,dan harus bisa memberikan saran dan kritik,demi tercapainya kesejatraan masyarakat luas dan jangan sampai ada yang di rugikan.
Hal ini harus kita lakukan karena seorang Dpr lahir daripada pilihan masyarakat kita sendiri,justru itu kita wajib bekerja demi masyarakat,
Itu yang di sampaikan seorang anggota Dprd kab bungo,Syaiful acik bilal memberi kritikan dan sarannya terhadap pemerintah yang di anggapnya kurang hati hati dalam memberhentikan tenaga kerjanya,kata Syaiful acik bilal.
Dalam mempekerjakan tenaga honorer pemerintah kab bungo harus pakai perhitungan agar tidak terjadi pemberhentian terhadap karyawan nya sendiri,kan kasihan uda gaji kecil di berhentika lagi,kalau sudah di berhentikan jadi pengangguran lagi,sementara kita harus mengurangi pengangguran.
Hal ini di sampaikan oleh Sayiful acik bilal kepada media lintas indonesia,saat pertemuan di kantor P3B pasar bawah muara bungo yang di hadiri beberapa tokoh politik dan tokoh masyarakat yang ikut serta mengamini komentar Syaiful cik bilal tentang pemberhentian tenaga honorer di RSUD hanafi kab bungo.
Maka dari itu Syaiful cik bilal menyatakan dalam koran media lintas indonesia ini,semestinya pemerintah kab bungo,dalam hal ini, pihak RSUD Hanafi harus menyikapi secara jerni dan memperhitungkan bagi tenaga honorer yang sudah mengabdi puluhan tahun jangan semuada itu untuk memberhentikan nya
kata cik bilal,dengan nada kesal.
Menurut acik bilal pemberhentian tenaga honorer ini pun mengandung komplik,dan anehnya adalagi masala yaitu dugaan tentang pemotongan Bpjs orang yang di berhenti kan,hal ini la membuat Acik bilal komplin karena menurutnya itu hak mereka.
Pada hari yang berbeda media lintas indonesia berusaha menemui pihak RSUD hanafi kab bungo,namun yang sebagai Dirut tak berada di tempat,ketika itu media lintas indonesia menghubungi seseorang yang juga termasuk orang mengetahui masala ini dan ianyapun sebagai orang RSUD hanafi namun jawaban nya itukan honor kontrak bang,mungkin saat ini sudah habis kontraknya dan mungkin kalau ada perpanjangan kontrak itu bisa di usulkan kembali jika RSUD hanafi membutuh kan.
Tak lama kemudian media lintas indonesia mencoba menghubungi via ponsel sang Dirut RSUD hanafi tapi tak di angkat,kemudian sang Dirut nelpon ulang,lalu bertanya apo hal pak,dan media lintas indonesia menanyakan masala yang di ceritakan oleh Acik bilal dalam media lintas indonesia ini, dan sang Dirut simpel me jawabnya,kalau masala cerita itu kan uda selesai pak dan sudah perna juga di angkat di satu media yang wartawan nya F tutur sang Dirut dan langsung mematikan ponselnya.
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























