Gerubok

ONEKLIK

NGULAK NGALIK

Home / MALUKU / Seram Bagian Barat / Jerry Lumelle : Mengabdi Kepada Bangsa dan Negara Tidak Perlu Duduk di Pemerintahan

Jerry Lumelle : Mengabdi Kepada Bangsa dan Negara Tidak Perlu Duduk di Pemerintahan

Ambon-Maluku, Ketika banyak tokoh Nasional dan Tokoh Partai Politik yang dipanggil ke Istana Oleh Presiden Jokowi untuk menduduki kursi Menteri hingga proses pelantikan Mentri Kabinet Jokowi Jilid II, banyak bermunculan pro dan kontra dikalangan masyarakat Indonesia terhadap susunan kabinet tersebut, ketika Media menghubungi Jerry.Lumelle salah satu staf khusus Sekneg untuk dimintai komentarnya terkait hal tersebut, menurut Jerry bahwa mengabdi kepada bangsa dan negara tidak harus menduduki kursi di pemerintahan, tutur jerry.

Jerry menceritakan kepada media salah satu contoh pribadinya tentang pengabdian kepada bangsa dan negara. Dalam perjuangan Pak Jokowi JK & Jokowi Ma’ruf Amin Saya bukan siapa-siapa, saya tidak ikut Tim Sukses ataupun relawan-relawan yang dibentuk para pendukungnya.
“Saya cuma remah-ramah rengginang”.ujar Jerry.

Jerry menambahkan, Begitu Dahsyatnya di masing-masing Kubu untuk menggaet dukungan se banyak-banyaknya dagan berbagai cara.

Saat pilpres 2014 saya degan tim kecil yang berjumlah hanya 12 orang buat program Hari Santri  untuk Jokowi -JK di Ponpes Babussalam Malang Jawa Timur berkoordinasi dengan Kyai Haji Thoric. Yang sempat ada polemik bahwa agar di agendakan Hari Santri Nasional di setiap 1 Muharram, karena pada saat perang kemerdekaan banyak Santri yang korbankan nyawanya bertempur dengan Belanda.
Singkat cerita akhirnya disetujui hari Santri nasional oleh Presiden Jokowi pada tgl 22 Oktober 2016.

Saat periode Jokowi JK saya degan team tidak pernah berfikir minta posisi atau jabatan apapun dan Jokowi-JK pun Alhamdulillah sampai saat ini juga Jokowi JK sepertinya melupakan sejarah siapa yang menggagas Hari Santri Nasional yang sesungguhnya, sementara kami pegang data asli, photo dan video lengkap saat Jokowi lakukan kampanye terakhirnya di Malang Jatim.
Apakah kami marah? Ngambeg? Nooo…karna kami berbuat program tersebut untuk supaya menjadi pembelajaran sejarah bagi para santri penerus kita.

Rencana Program Hari Santri Nasional tersebut ternyata mampu menaikan rating Jokowi JK pada saat itu.

Ketika Pilpres yang baru saja selesai saya juga gak ikut timses atau relawan manapun untuk cari dukungan buat Jokowi Ma’ruf.

Saya hanya buat program Pak Jokowi Umroh harus masuk kedalam Ka’bah.

Saya hanya kordinasi dengan kawan di Kerajaan Saudi Arabia mulai 14 Feb 2019, Alhamdulillah pada saat minggu tenang di bulan April 2019.

Dan ternyata Alhamdulillah Jokowi bukan hanya bisa masuk kedalam Ka’bah tapi diterima oleh Raja Salman padahal bukan perjalanan dinas hanya umrah biasa, artinya betapa Raja Salman menghormati Jokowi walaupun bukan perjalanan resmi Negara.

Dan Alhamdulillah program agendakan Jokowi masuk kedalam Ka’bah tersebut ternyata malah mendongkrak rating Jokowi Ma’ruf.

Ya itulah karya saya untuk Jokowi Ma’ruf.

Beda jauh dengan perjalanan umrah Jokowi pada saat minggu tenang di tahun 2014, murni umroh biasa, gak masuk kedalam Ka’bah dan gak diterima Raja Salman.

Namun ada yang tanya ke saya, dapet posisi apa dari Jokowi Ma’ruf?? Boro-boro dapet, karena sampai saat ini pun Jokowi juga belum tau who is man behind the scene yg bisa kordinasikan hingga Jokowi dan keluarga nya bisa masuk kedalam Ka’bah dan ziarah ke makam Rasulullah dibukakan pintu hingga Jokowi bisa sentuh dan berdoa disebelah makam Rasulullah..

Semua itu saya lakukan dengan keikhlasan karena saya sangat mencintai NKRI.

Siapa pun jika ada yg mengklaim program hari Santri dan program Jokowi bisa masuk kedalam Ka’bah adalah karyanya, hayo mari kita duduk bersama adu data dan bukti kerja.

Mendadak hati kecil saya sedih ketika sepertinya ada rumor bahwa ada yang melecehkan PBNU,

Bagi saya NU selama ini nyata menjadi garda terdepan NKRI dalam mewujudkan persatuan di NKRI, negara jelas seperti sangat bergantung kepada NU untuk memerangi Radikalisme, belum pernah ada berita timses atau relawan presiden bahkan Pemerintah pun bisa berhasil meredam radikalisme kecuali berita tentang Polisi berhasil tangkap atau tembak mati teroris. Yang mampu meredam dan mencegah radikalis sudah nyata dan jelas NU sangat berperan lebih besar dari pada ormas-ormas apapun yang ada di Republik ini. Ingat, hanya NU yang pertama menjaga umat non muslim beribadah.

Ada rumor bahwa GP Ansor dan Banser NU kembali ke Barak, karna GP Ansor dan Banser menilai dan mengapresiasi Pemerintah yang sudah menunjuk para profesional yang ahli strategy melawan radikal melalui kabinet barunya. Jadi urusan Radikal adalah murni urusan Pemerintah dan bukan urusan NU lagi.

Saya mohon, kepada siapapun marilah kita berikan apresiasi NU sebagai garda terdepan NKRI dalam menjaga keutuhan bangsa dan Negara. Jangan benturkan NU dengan orang-orang yang mau adu domba degan pihak manapun hanya karna pada haus kekuasaan. #lovenu

Namun demikian bagi saya, perjuangan belum selesai, mari sama-sama kita bergandeng tangan membangun negeri. Akhiri ceritanya. (JL).

Check Also

Media-lintasindonesia.co.id – Maluku, Seram Timur ||Lembaga Swadaya Masyarakat Pemuda Mandiri Peduli Rakyat Indonesia seram Bagian …

SAT NARKOBA POLRES SBB KEMBALI SITA 410 LITAR SOPI TAK BERTUAN

SBB,lintasindonesia.co.id -Patroli Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan oleh Resnarkoba Polres Seram Bagian Barat(SBB) dengan sasaran  Minuman …

Enam Penambang Batu Sinabar Meninggal Tertimbun Longsoran

SBB, lintasinfonesia.co.id -Sebanyak Enam orang yang merupakan penambang Batu Sinabar di Hulung Desa Iha kecamatan Huamual …

media UNGKAP TABIR

ABOUT LPPNRI

10 URUTAN BERITA YANG PALING BANYAK DI LIHAT

BERITA YANG PALING POLULER DAN KOMENTAR

SHARE AND FOLLOW THE SOCIAL MEDIA OF LINTAS INDONESIA

error: Content is protected !!