Nunukan-Lintas Indonesia.“Menjelang pemilihan kepala daerah(Pilkada) serentak, Radio Republik Indonesia(RR)Nunukan mengadakan acara dialog luar studio di kantor Komisi Pemilihan Umum(KPU)Nunukan, Kalimantan Utara(Kaltara).
Dengan narasumber sekretaris daera (Sekda)Nunukan Serfianus,S.IP, M.Si,Kapolres Nunukan AKBP Syaiful Anwar,S.IK,Kepala Bawaslu Nunukan Muhammad Yusran dan Komisioner KPU Nunukan M.Rusli Haerudin, pada( 20/10/2020).”
Kegiatan dialog jelang pemilihan kepala daerah(Pilkada)serentak tahun 2020 dengan mengangkat topik,“Mencari Pemimpin Yang Berkualitas dan Berintegritas”.
Dalam kesempatan tersebut,KPU Nunukan menyampaikan telah melakukan beberapa tahapan, salah satunya melaksanakan penetapan daftar pemilih tetap(DPT)dengan jumlah 117.763 pemilih,yang akan melaksanakan pemilihan di TPS.
KPU juga menargetkan 75% pemilih dengan melaksanakan sosialisasi dalam berbagai bentuk, diantara SMS Gateway melalui jaringan Telkomsel yang ada di Nunukan.
Selin itu,KPU Nunukan juga mempersiapkan agenda debat calon dan debat publik yang akan dilaksanakan pada bulan November mendatang.Dan untuk logistik pemilihan berupa kotak suara, Bilik suara dan desain kertas suara dalam tahap proses.”
Menurut humas,berdasarkan naskah Penyerahan Hibah Daerah,Pemerintah Daerah(Pemda)Nunukan juga telah mempersiapkan Anggaran Sebesar 43 M yang digunakan untuk pelaksanaan pilkada 2020 ini.”
“Anggaran tersebut diserahkan kepada Bawaslu Kabupaten Nunukan sebesar 13 M,KPU Nunukan Sebesar 28 M dan Polres Nunukan sebesar 5,6 M berdasarkan Naskah Hibah Daerah.”
Untuk pengamanan menjelang Pilkada serentak tahun ini,Kapolres Nunukan telah membentuk Operasi dengan sandi “Operasi Mantap Praja Kayan 2020.“Polres Nunukan juga telah menyiapkan 118 personil dibantu dari TNI sebanyak 60 personil yang akan
dibagi ke 4 wilayah di Nunukan.
Bawaslu juga berperan penting dalam pelaksanaan pilkada,Bawaslu bertugas dalam pengawasan pelaksanaan pilkada guna mencegah terjadinya pelanggaran.
“Adapun pelanggaran itu meliputi, pelanggaran administrasi,pelanggaran pidana pemilihan dan pelanggaran kode etik penyelenggaraan Pilkada.
Kemudian terkait netralitas ASN,“Serfianus”menghimbau kepada
seluruh ASN yang berada di Kabupaten Nunukan agar tetap bersikap netral dan
tidak terpengaruh oleh kekuatan politik manapun.
“Selain ASN,Ia juga mengintruksikan
kepada Kepala desa(Kades)bersama perangkat desa untuk ikut bersikap netral.”
“Kepala Desa(Kades)dan aparatur desa merupakan aparatur negara,sehingga harus tetap bersikap netral”,ungkap Sekda Nunukan.
Serfianus juga berharap kepada masyarakat Nunukan agar pada saat pelaksanaan pemilihan tanggal 9 Desember 2020 mendatang,masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya sebaik-baiknya dengan jujur dan adil,”Terangnya./Rhonye.
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























