Gerubok

ONEKLIK

NGULAK NGALIK

Home / JATIM / Madura / Kadisdik Sumenep; Bambang Irianto, Evaluasi Program Wajib Diniyah Tak Ada Kendala

Kadisdik Sumenep; Bambang Irianto, Evaluasi Program Wajib Diniyah Tak Ada Kendala

Sumenep,(Lintasindonesia.co.id)-

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep, Madura, Jawa Timur, menerapkan program wajib Diniyah sejak 2016-2017.

Program Wajib Diniyah yang diatur Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 15 tahun 2016. Hasil Rapat Kordinasi Pelaksanaan Wajib Diniyah dengan Bupati Sumenep Dr. KH. A Busyro Karim, M.Si, berlangsung di aula Arya Wiraraja Lantai 2 Kantor Bupati Sumenep.

“Alhamdulillah, setelah dilakukan evaluasi dengan yang terhormat Bapak Bupati, program wajib diniyah tidak ada masalah dan berjalan dengan lancar,” kata Kepala Disdik Sumenep, Bambang Irianto, usai rapat kordinasi, Kamis (05/9/2019) kemarin.

Ia menjelaskan, berdasarkan Perbup tersebut, Program Wajib Diniyah itu bakal diterapkan diberbagai jenjang pendidikan. Itu Mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) sampai Sekolah Menengah Atas (SMA).

“Jadi, tahun ajaran 2016-2017 kemarin, Wajib Diniyah ini mulai diberlakukan, tapi baru di Kecamatan Kota Sumenep saja. Untuk tingkat SD baru sebanyak 34 lembaga,” jelasnya.

Bambang mengatakan, adapun untuk tingkat SMP, ada sekitar 5 lembaga sedangkan untuk tingkat SMA ada 3 lembaga.

“Untuk tingkat SMP dan SMA diantaranya, SMP 2 Sumenep, SMP 3 Sumenep, SMP 5 Sumenep, dan SMA 1 Sumenep serta SMA 2 Sumenep,” ujarnya.

Dengan demikian, untuk tahun ini, ada 12 lembaga yang bakal menerapkna wajib Diniyah. “Pada tahun ajaran 2019-2020 ini sekitar 12 SMP Negeri yang tersebar di beberapa kecamatan yang bakal menerapkan program wajib diniyah. Salah satunya, Kecamatan Batuan, Manding, Dasuk, Rubaru, Ganding, Kalianget, Bluto, Lenteng, dan Kecamatan Pragaan,” imbuhnya.

Oleh karena itu, jumlah pelaksana program Wajib Diniyah tingkat SMP pada tahun ajaran 2019-2020 meningkat jadi 17 sekolah dengan 5 lembaga pelaksana sebelumnya. Sementara total pelaksana untuk tingkat SD saat ini sebanyak 230 lembaga.

“Jika semuanya ditotal mulai dari SD, SMP dan SMA, pelaksana program Wajib Diniyah tahun ini mencapai 250 lembaga,” tutupnya. (Yas)

Check Also

Kamar Hunian Warga Binaan di Rutan Klas IIB Sumenep Digeledah

Kamar Hunian Warga Binaan di Rutan Kelas IIB Sumenep Digeledah

Sumenep, Lintasindonesia.co.id – Rutan Kelas IIB Sumenep, Madura, Jawa Timur kembali operasi penggeledahan kamar hunian …

Polres Sumenep Kawal Ketat Balik Mudik Gratis

SUMENEP, MEDIA-LINTASINDONESIA.CO.ID _Lintasindonesia.co.id- Balik mudik gratis jurusan Sumenep-Surabaya-Jakarta dari terminal Arya Wiraraja Sumenep, Madura, Jawa …

Bulan Puasa Ramadhan 1444 H, Pemdes Aengdake Berbagi Berkah

Bulan Puasa Ramadhan 1444 H, Pemdes Aengdake Berbagi Berkah Sumenep, Lintasindonesia.co.id- Pemerintah Desa (Pemdes) Aengdake, …

media UNGKAP TABIR

ABOUT LPPNRI

10 URUTAN BERITA YANG PALING BANYAK DI LIHAT

BERITA YANG PALING POLULER DAN KOMENTAR

SHARE AND FOLLOW THE SOCIAL MEDIA OF LINTAS INDONESIA

error: Content is protected !!