Sumenep, (Lintasindonesia.co.id)- Berbagai daerah memiliki makanan khas yang menjadi ikon. Begitu pula Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, khas makanan yang terkenal di Sumenep yakni Kaldu Kokot dan soto kokot. Kamis (11/6/2020).
Makanan kaldu Kokot dan soto Kokot bisa dijumpai diberbagai lokasi di Sumenep, seperti halnya di warung Adnan yang berlokasi di pusaran kota, belakang Musium Keraton Sumenep.
Kokot alias kikil menjadi makanan masyarakat populer di Sumenep. Dipadu dengan aneka bahan lokal, Kokot umumnya diolah menjadi masakan Kaldu Kokot dan soto kokot.
“Jadi, perbedaan dua olahan Kokot ini pun hanya terletak pada penyajiannya. Soto kokot disajikan tanpa kacang hijau, sementara Kaldu Kokot disantap dengan campuran rebusan kacang hijau,” kata Juni Wahyudi, (35) pencipta kaldu Kokot.
Dia menambahkan, jika bepergian ke daerah Sumenep rasanya kurang lengkap bila tidak mencicipi kuliner khas citarasa yang nikmat dengan harga yang cukup murah.
“Kaldu Kokot merupakan kuliner sejenis sop, bahan utama kacang kedelai atau kacang hijau yang direbus dengan berbagai macam bumbu khas jawa seperti bawang merah, bawang putih, jahe, pala, dan daun bawang. Kuahnya agak kental dengan tambahan potongan kikil kaki sapi,” paparnya.
Terkadang, kata dia, juga ada yang menyajikannya dengan tulang kaki sapi, lalu ditambah dengan bumbu dari ulegan kacang dan petis.
Kaldu Kokot biasanya disajikan dengan lontong yang sudah dipotong-potong atau dibiarkan utuh, ada juga yang menambahkan singkong goreng atau singkong rebus sebagai pengganti lontong tersebut.
“Orang Madura, jika menikmati Kaldu Kokot dengan nasi, maka rasa kaldunya akan sedikit berkurang. Kaki sapi betina biasanya dipilih karena terasa lebih gurih dengan kikil berwarna kemerahan dan mengandung banyak sumsum, sedangkan kikil sapi jantan berwarna putih dan cenderung mudah empuk,” tukasnya.
Dengan demikian, warung ibu Adnan biasanya sering kali diserbu penggemar pada saat jam sarapan, makan siang, dan akhir pekan. Dihidangkan panas-panas, baik kaldu kokot maupun soto kokot terasa gurih, apalagi ditambah sambal dan kecap. “Kaldo kokot warung Adnan beda rasanya dengan kaldo kokot yang lain,” ucapnya. (Yas)
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























