Gerubok

ONEKLIK

NGULAK NGALIK

Home / JAMBI / Bungo / KEGIATAN PETI DI KAB BUNGO, BERKEMUNGKINAN SUDAH MENJADI BUDAYA,TAPI PAKAI ALAT BERAT ITU LUAR BIASA.

KEGIATAN PETI DI KAB BUNGO, BERKEMUNGKINAN SUDAH MENJADI BUDAYA,TAPI PAKAI ALAT BERAT ITU LUAR BIASA.

MEDIA LINTAS INDONESIA BUNGO.

Kabupaten Bungo sudah puluhan tahun telah menjadi lokasi kegiatan penambangan emas tanpa izin (PETI). Kegiatan penambangan ini dilakukan di beberapa lokasi secara menyebar dan tidak didasari izin yang sesuai aturan serta penggunaan mercuri yang berbahaya bagi kesehatan.

Proses PETI dilakukan dengan menyedot campuran tanah, lumpur, batuan, pasri, kerikil, kemudian dialirkan diatas karpet yang berfungsi sebagai penangkap biji atau butiran emas.

Dalam pengolahan emas digunakan bahan merkuri yang air limbahnya dibuang ke lingkungan tanpa pengolahan terlebih dahulu.

Hal ini berdampak kepada masyarakat yang berada di sekitar wilayah penambangan. “Air sungai tidak bisa dimanfaatkan lagi sebagai sumber air bersih dan budidaya perikanan mati.

Kualitas air sungai juga menurun, karena itu mulai bermunculan penyakit kulit berbahaya bagi masyarakat sekitar,” ujar Kapolres Bungo Akbp Guntur Saputro.

“Perlu kita pahami bersama bahwa bahan Merkuri adalah Zat yang sangat berbahaya” Ujar Guntur.

“Saya Menghimbau kepada seluruh warga masyarakat kabupaten bungo yang sampai saat ini masih melakukan penambangan emas tanpa ijin agar segera dihentikan”.

“Sudah banyak contoh korban akibat Peti, salah satu nya adalah di Kabupaten Mandailing Natal Sumatera Utara” Ujar Kapolres.
berikut dikutip : detik News : Gubernur Sumut: 12 Anak Cacat Lahir karena Merkuri dari Tambang Emas Liar

Limbah merkuri dari tambang emas sudah menyebabkan masalah kesehatan di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara (Sumut). Sudah 12 anak lahir dengan cacat bawaan.

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi menyatakan, merkuri ini bersumber dari pertambangan emas ilegal di kabupaten tersebut. Saat ini sedang diambil langkah guna menutup semua pertambangan emas ilegal itu.
“Saya sudah bentuk tim. Merkuri itu berbahaya. Anak-anak kita sudah dua belas orang seperti itu, dalam tahun ini saja,” kata Edy di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan.
Dalam operasinya, kata Edy, ada sejumlah perusahaan ilegal yang bahkan menggunakan alat berat, melakukan penambangan emas di Mandailing Natal, Operasionalnya di sekitar aliran Sungai Batang Natal di kawasan Panyabungan hingga Natal.
Limbah merkuri dari penambangan ini yang mengalir langsung ke sungai dan akhirnya bersentuhan dengan masyarakat.

Ada juga sebagian ibu dari bayi yang lahir dengan cacat bawaan itu, sebelumnya bekerja di pertambangan emas ilegal tersebut.

Anak-anak yang lahir dengan cacat bawaan itu, kata Edy, antara lain usus berada di luar, otak berada di luar tempurung kepala, maupun berbagai kelainan lainnya.

“Saya perintahkan untuk berhenti. Tambang emas ilegal. Ini harus kita rapikan, harus dengan segera, sehingga rakyat terselamatkan,” kata tutupnya.(E.Siregar).

Check Also

Kabupaten Bungo Punya Program Dusun Online Yang Mendunia

Lintasindonesia.co.id –Bungo adalah salah satu kabupaten yang berada di Provinsi Jambi, Indonesia. Kabupaten ini merupakan …

Duel Antar Pedagang Di Bungo Berujung Maut

Bungo-Lintas Indonesia. Insiden perkelahian dan penusukan yang diduga dilakukan oleh seorang pedagang terhadap pedagang lain, terjadi …

ANTUSIAS RATUSAN SISWA SISWI SMPN 2 BUNGO PENUHI GEDUNG SKB DALAM MEMPERINGATI ISRA’MI’RAJ

BUNGO, MEDIA-LINTASINDONESIA.CO.ID – Peringatan Isra Mi’raj merupakan program sekolah yang tidak boleh ditinggalkan dengan tujuannya …

media UNGKAP TABIR

ABOUT LPPNRI

10 URUTAN BERITA YANG PALING BANYAK DI LIHAT

BERITA YANG PALING POLULER DAN KOMENTAR

SHARE AND FOLLOW THE SOCIAL MEDIA OF LINTAS INDONESIA

error: Content is protected !!