Sumenep, (Lintasindonesia.co.id)- Di musim tembakau, Ketua Komisi II DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur H. Subaidi hanya bisa mendorong pihak tertentu atau gudang untuk membeli tembakau dengan harga tidak terlalu murah.
Pemerintah tidak menjamin seratus persen untuk hadir menyelamatkan harga itu (tembakau). Sebab, pemerintah sendiri tidak mengetahui kualitas tembakaunya seperti apa.
“Jadi, kalau tidak punya kemampuan kualitas tembakau baik atau tidak, bagaimana akan memberikan semacam aturan yang memastikan,” katanya, diruang kerjanya, Senin (22/6/2020).
Apalagi, kata politisi PPP ini, diakuinya tidak ada cantolan hukumnya yang mengatur untuk menguatkan regulasi harga.
“Karena tembakau sendiri ini tidak masuk pada kebutuhan pokok masyarakat, ini yang melemahkan,” jelasnya.
Dengan demikian, meski harga tembakau tidak bisa diprediksi akan tetapi pemerintah wajib hadir untuk memberikan tekanan-tekanan kepada pihak gudang. Sehingga belinya tembakau tidak terlalu murah.
“Ya, tentu kita kordinasi dengan pihak gudang yang beli tembakau. Tujuannya, agar bagaimana memberikan kesejahteraan kepada masyarakat, sehingga bisa makan bukan kaya,” tegasnya. (Yas)
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























