Lingga-Lintasindonesia.co.id.Terkait pemberitaan kemarin dua orang Oknum guru inisial (E) dan (I) yang di laporkan oleh masyarakat Setawa kepada awak media LintasToday ini penjelasan nya.
Degan adanya pemberitaan tersebut seorang guru SD bernisial (E)dan (I) mendatangi Kantor sekretariat AJOI untuk menyampaikan pemberitaan yang di duga telah melakukan penipuan terhadap masyarakat Setawa.
Bahwasanya dia seorang guru bernisial (I) mengatakan”saya tidak pernah mencampuri urusan bantuan (prakerja) yang di sebut-sebutkan oleh masyarakat tersebut,seperti yang di sampaikan oleh narasumber bernisial (Y) salah seorang warga Setawa kemarin di salah satu media online.”sebut (I) dihadapan beberapa awak media, sekira pukul 16.30Wib tadi.selasa 24/11/2020.
Atas kejadian tersebut,pada tanggal 23/11/2020 seorang guru (I)
Sebelum nya sudah melakukan musyawarah bersama masyarakat Desa,terkait bantuan prakerja tersebut di salah satu rumah warga benama Anjang,di setawa
bersama tim pengurus bantuan prakerja.”semua itu sudah kami lakukan musyawarah”kata (I)
Dan saudara (I) juga menyampaikan untuk menghindari dari kejadian yang tidak kita inginkan,maka itu Saya bersama masyarakat meluruskan permaslahan tersebut kepada yang mendapat bantuan prakerja, di dalam musyawarah itu juga di hadiri oleh perangkat desa serta RT dan RW.”jelasnya saudara (I).
Di dalam musyawarah tersebut seorang guru bernisial (I) dan (E) telah menyampaikan permasalahan tersebut kepada masyarakat bahwa bukan saya yang menjadi pengurusnya melainkan ada orang lain yang menjadi pengurus nya.”Ucap guru bernisial (I)
“Jadi terkait pemberitaan yang beredar di media online tersebut,saya sampaikan bahwa semua itu hanya miskomunikasi saja terhadap masyarakat yang kurang memahami atas apa yang di sampaikan oleh pengurus bantuan prakerja tersebut.
“Saya juga menerima data dari masyarakat setempat,tapi saya hanya membantu orang yang dimana tempat saya tinggal,karna inisiatif saya untuk membantu orang di mana tempat saya menumpang di rumah tersebut,dan saya coba untuk membantu di daftarkan sebagai penerima bantuan (prakerja) namun bukan saya yang mendaftarkan itu, tetapi ada orang lain ada pihak lain yang ingin mendaftar kan nya.”ungkap Saudara (I) salah seorang guru yang bertugas di Setawa
Saudara (I) juga menjelaskan “terkait pencairan dana tersebut baru satu kali dan bukan dua kali,ada sebagian masyarakat mengerti ada juga tidak untuk masyarakat yang tidak mengerti ya jadilah seperti yang sudah ada di pemberitaan tadi,seolah- olah kita ini di anggap seperti penipu sehingga saya sebagai korban degan adanya nama saya di situ saya juga merasa nama baik saya tercemar oleh narasumber yang ada diberita itu.
(Kasmiran Bakri)
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























