Tulungagung- mLI – Plt Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo, MM, Senin pagi, 14/01/2019 menerima piala Adipura dari Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla di Gedung Manggala Wanabakti, Kantor Kementerian Lingkungan Hidup Jakarta.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyerahkan penghargaan Adipura tahun 2018 kepada 146 kabupaten/kota di Indonesia. Sedangkan pelaksanaan Program Adipura periode Tahun 2017-2018 ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah melaksanakan penilaian terhadap 369 kabupaten/kota se-Indonesia, atau sebanyak 72% dari 514 kabupaten/kota di Indonesia.
Menteri KLHK Siti Nurbaya dalam sambutannya diantaranya mengatakan bahwa Program Adipuratelah dikembangkan sejaktahun 1986. Pada tahun 1998 progam ini terhenti karena situasi politik dalam negeri. Selanjutnya berdasarkan hasil penelitian saat itu, bahwa seluruh kota di Indonesia mengalami penurunan kebersihan, sehingga pada tahun 2002 program ini mulai lagi dengan segala evolusinya hingga sekarang yang sejak awal kerap mendapatkan arahan dari Bapak Jusuf Kala, selaku Wapres. Dari waktu – kewaktu terus dilakukan penyesuaian kriteria untuk menjaring kota-kota yang betul-betul tepat menyandang gelar kota bersih dan nyaman, sekaligus dengan kepemimpinan green yang mengemuka dari Kepala Daerah dan juga pimpinan Dewan, DPRD, sebagai lembaga yang secara fungsional politik program lingkungan ini, saling mendukung dalam menciptakan wilayah yang bersih dan nyaman.
Lebih lanjut Menteri KLHK Siti Nurbaya mengatakan Melalui Program Adipura diharapkan agar seluruh kota di Indonesia sedikitnya dapat mencapai 3 hal. Pertama, Sesuai UU Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, maka pada tahun 2018 ini, sudah harus dilaksanakan kewajiban Pemerintah Daerah untuk melakukan penutupan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang masih menggunakan sistem pembuangan terbuka (open dumping), serta menggantikan dengan operasikan TPA dengan sistem lahan urug saniter (sanitary landfil) atau sekurang-kurangnya sistem lahan urug terkendali (controledlandfil) Kedua, untuk memenuhi target nasional pengelolaan sampah sesuai Peraturan Presiden Nomor 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga. Program Adipura termasuk bagian penting dalam aktualisasi dan kepemimpinan daerah dalam upaya mencapai target pengurangan sampah sebesar30% dan penanganan sampah 70% pada tahun 2025. Sehingga pada 2025 seluruh sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga dapat dikelola 100%. Artinya tidak ada lagi sampah yang dibiarkan begitu saja, Ketiga, Mendorong penerapan sistem pengelolaan sampah secara terpadu mulai dari hulu sampai dengan hilir di setiap kabupaten /kota.
Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla dalam pidatonya diantaranya mengatakan dirinya mengucapkan selamat atas para penerima penghargaan Adipura dan sertifikan, “ Selamat kepada para penerima penghargaan Adipura dan sertifikat. Ini rekor untuk memberikan penghargaan begitu banyak, lebih dari 100,” ungkap Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Lebih lanjut Jusuf Kalla menyampaikan pemerintah pusat dan daerah wajib bersinergi untuk mendorong masyarakat menjaga lingkungannya. “ Isu lingkungan wajib menjadi perhatian pemerintah pusat maupun daerah. Oleh karena itu, mendorong masyarakat jaga lingkungan adalah upaya kita dan lebih ringan apabila ada kerjasama antar pemerintah pusat dan daerah. Penghargaan ini juga dapat menjadi stimulan bagi masyarakat agar menjaga lingkungannya. Lingkungan baik akan menjadi masyarakat maju, ” tuturnya.
Plt Tulunagung Drs. Maryoto Birowo, MM usai menerima Piala Adipura mengaku bangga atas apa yang sudah dicapai, karena menandakan program menjaga kebersihan sudah berjalan baik dan sesuai dengan kebijakan pemerintah, “Kami merasa bangga atas apa yang dicapai Pemkab kali ini “ , ucap Maryorto Birowo ketika dihubungi wartawan.
Lebih lanjut Maryoto Birowo mengakatan bahwa Adipura yang diterima kali sudah kesekian kali, anamun untuk tahun ini juga ada penghargaan Green Leadership yang menandakan kepempimpinan untuk turut menghiajaukan wilayah perkotaan sudah diakui.
Tahun ini, Surabaya menjadi peraih Adipura Kencana, yang merupakan penghargaan tertinggi. Tangerang dan Palembang mendapat penghargaan Adipura kategori metropolitan, sementara Balikpapan, Padang dan Banjarmasin mendapat Adipura kategori kota besar. Pemerintah juga memberikan penghargaan Adipura kategori kota sedang untuk Kudus, Banjar baru, Pare-pare, Jombang, Blitar, Mojokerto, Tulungagung, Madiun, Bukit tinggi, Bau bau, Ambon, Bitung, Sukabumi, Palopo, Bontang, Kediri, Kendari, Payakumbuh, Jepara, Magelang, Salatiga, Tebing Tinggi, Tanjung Balai Karimun, Lumajang, Pasuruan, Tanjung Pinang, Probolinggo, Jayapura, Purwokerto, Cilacap dan Lahat.
Untuk anugerah Adipura 2018 kategori kota kecil diberikan kepada Turikale, Malili, Kotamobagu, Lasusua, Luwuk, Pangkajene Sidenreng, Pinrang, Martapura, Pati, Barru, Siak Sri Indrapura, Bulukumba, Rantau, Tidore, Bangli, Tanjung, Bantaeng, Sengkang, Sukoharjo, Pangkajene, Biak, Donggala, Pamekasan, Wonogiri, Polewali, Marabahan, Batusangkar, Toboali, Baturaja, Indramayu, Daik, Barabai, Rangkasbitung, Ciamis, Mojosari, Sumenep, Watansoppeng, dan Solok.
Kota Tuban, Kraksaan, Bangil, Nganjuk, Temanggung, Pacitan, Muara Bungo, Purworejo, Kayu Agung, Wlingi, Liwa, Situbondo, Trenggalek, Boyolali, Sekayu, Bengkalis, Muara Enim, Pangkalan Kerinci, Caruban, Sungailiat, Tanjung Redeb, Blambangan Umpu, Martapura, Koba, Prabumulih, Lamongan, Bangko, Pangkalan Bun, Sampit, Banjar, Padang Panjang, Painan, Manggar, Ngawi, Amlapura, Pelaihari, Sinjai, Tahuna, Bangkinang, Kijang, Limboto, Kepanjen, Batulicin dan Sawahlunto juga menerima penghargaan untuk kategori kota kecil.
Pada kesempatan ini pemerintah juga memberikan Sertifikat Adipura untuk kategori kota sedang kepada Batu, Kebumen, dan Cilegon; serta Sertifikat Adipura kategori kota kecil untuk Nunukan, Paringin, Muntok, Sampang, Amuntai, Pattallassang dan Tanah Grogot.
Sementara Plakat Adipura untuk Sarana dan Prasarana Terbaik Adipura 2018 diberikan kepada pasar di Kota Jakarta selatan untuk kategori kota metropolitan, taman kota di Kota Kendari untuk kategori kota sedang, hutan kota di Jakarta Timur untuk kategori kota metropolitan, terminal di Kota Malang untuk kategori kota besar, dan tempat pemrosesan akhir (TPA) di Kota Balikpapan untuk kategori kota besar.
Pemerintah juga memberikan penghargaan Nirwasita Tantra 2018 kepada Provinsi Jawa Timur, Sumatera Barat dan Sumatera Selatan; serta Surabaya dan Tangerang (kota besar); Cimahi dan Surakarta (kota sedang); juga Bontang dan Payakumbuh (kota kecil).
Penerima penghargaan Nirwasita Tantra 2018 untuk tingkat kabupaten meliputi Lumajang dan Bandung (kabupaten besar), Pesisir Selatan dan Boyolali (kabupaten sedang), serta Bangka Tengah dan Dharmasraya (kabupaten kecil).
Selain itu Pemerintah juga memberikan penghargaan Green Leadership Pimpinan DPRD/pimpinan komisi yang membidangi lingkungan hidup pada 2018 untuk Provinsi Sumatera Selatan, Sumatera Barat dan Jawa Timur, Kota Bontang, Cimahi, Surakarta, Payakumbuh dan Tangerang, serta Kabupaten Boyolali, Bangka Tengah, Dharmasraya, Pesisir Selatan dan Bandung. (TES)
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























