Sumenep, (Lintasindonesia.co.id)-Kecamatan Manding, Sumenep, Madura, Jawa Timur sebagai sentra produk kripik singkong dengan cita rasa yang berbeda dengan kripik singkong lainnya.
Camilan kripik singkong ala manding dengan cita rasa gurih, asin pedas, pedas manis, hingga balado ini membuat banyak orang luar daerah melakukan pesanan meski terkadang tidak mampu memenuhi semua pesanan.
“Dari sebelas Desa di Kecamatan Manding ini mayoritas penghasil kripik singkong. Dan usaha ini memang dari dulu,” kata Asmuni, Ketua GPPD (Gerakan Pemuda Peduli Desa) Manding, Jum’at (09/4/2020).
Dia menambahkan, bentuk kripik ala Manding ini beranika ragam, tentu dengan kemasan itu bisa menarik minat para konsumen.
Dari zaman dulu hingga zaman sekarang, baik kalangan muda maupun tua, masyarakat pedesaan hingga masyarakat perkotaan sudah tidak asing lagi dengan kripik Manding, sebagai cemilan ringan.
“Jadi, bersama camilan kripik singkong gurih dengan cita rasa ala Manding ini bisa dimakan disaat duduk santai bersama keluarga,” tuturnya.
Proses pembuatan kripik singkong ini dilakukan dari pencabutan biji singkong dilahan, pengupasan kulit, penggorengan, hingga pengemasan (Peking). Proses dengan bahan utama singkong yang sudah dipotong dengan alat pemotong.
“Nah, potongan-potongan tersebut direndam dulu sekitar 1 jam di dalam air yang sudah dicampur dengan kapur sirih dan bumbu seperti garam, bawang, dan lain-lain. Kemudian langsung dilakukan penggorengan,” tukasnya.(A/Red)
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























