
Tim penelitian dari Balai Wilayah Sungai Sumatera VII Provinsi Bengkulu
Bengkulu, media-lintasindonesia.co.id
Provinsi Bengkulu salah satu provinsi yang memiliki pesisir pantai yang cukup panjang salah satunya pantai barat Sumatera, yang merupakan Pantai lepas yang berhadapan langsung dengan samudra Indonesia.
Samudra yang mempunyai gelombang yang cukup besar, apalagi pada waktu musim barat, Gelombang yang datang cukup tinggi.
Pada saat pasang dan terjadi gelombang, dapat merusak fasilitas umum, terutama jalan Nasional dan pemukiman warga serta mempercepat tingkat abrasi yang terjadi.
besarnya abrasi pantai yang terjadi di Pantai kritis kabupaten Bengkulu Utara. Menurut pengamatan mencapai 5 – 8 meter pertahun, hal ini dapat dilihat dari makin mendekat nya dan menggusur Jalan Nasional Lintas Barat Sumatera kearah kepinggir Pantai.

Abrasi Pantai yang akan segera dilaksanakan pembangunan nya.
Saat terjadi gelombang besar yang terjadi pada tanggal 18 Mei 2007 lalu dan pada tanggal 11 Juni 2022, yang menyebabkan kerusakan pada lalu lintas barat Sumatera yang menghubungkan provinsi Bengkulu dengan provinsi Sumatra Barat.
Gelombang juga merusak rumah-rumah penduduk dan sarana umum lainnya.
Untuk mencegah terjadinya kerusakan yang terus membesar Direktorat jenderal SDA Kementerian Pekerjaan Umum, melalui Satuan Kerja Balai Wilayah Sungai Sumatera VII tahun Anggaran 2021 telah mengadakan penelitian dan desain pantai pantai kritis di kabupaten Bengkulu Utara.
Untuk menanggulangi kerusakan yang lebih parah dilokasi Pantai kritis kabupaten Bengkulu Utara ini, maka Balai Wilayah Sungai Sumatera VII melalui SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Daya Air Sumatera VII provinsi Bengkulu cq PPK Sungai dan Pantai 1, akan melaksanakan pembangunan pengaman pantai sepanjang 400,00 Meter, dengan dibuat nya bangunan pengaman pantai tersebut diharapkan dapat mengamankan Jalan Nasional Lintas Barat Bengkulu – Padang, Pemukiman penduduk, dan perkebunan.
Sementara itu, Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera VII provinsi, A, Adi Umar Dani melalui, Kepala SNVT PJSA Sumatera VII provinsi Bengkulu, Faris ketika dikonfirmasi via celluler menjelaskan ” pembangunan pantai kritis Kabupaten Bengkulu Utara tahun ini merupakan langkah awal untuk penanganan abrasi pantai di kabupaten Bengkulu Utara khususnya untuk melindungi dari abrasi tebing jalan Nasional dan pemukiman penduduk, serta yang melintas di kabupaten Bengkulu Utara, dan kegiatan ini akan segera dilaksanakan mengingat lelang baru selesai.
Selanjutnya ” yang perlu digaris bawahi adalah masih diperlukan lebih banyak lagi Anggaran / Dana lanjutan pada tahun berikutnya untuk penyelesaian abrasi pantai khususnya kabupaten Bengkulu Utara “, Faris mengakhiri.
Terpisah, aktivis independen Bengkulu yang enggan disebutkan namanya mengatakan ” jika dilihat fakta dan nyata, pesisir pantai provinsi Bengkulu memang sangatlah menghawatirkan baik bagi penduduk sekitar Pantai, maupun pengguna jalan nasional Lintas Barat Sumatera yang menghubungkan provinsi Bengkulu dan Padang Sumatra Barat, dan itu sangatlah membutuhkan Anggaran yang tidak sedikit dengan demikian menurut hemat kami, kami sangat mendukung pembangunan dan mensupport Balai Wilayah Sungai Sumatera VII provinsi Bengkulu dalam pembangunan pengaman pantai kritis Bain yang saat ini dan selanjutnya.
Tidak menutup kemungkinan saran dan kritik itu pasti ada, namun berilah saran dan kritik yang membangun sehingga pemerintah pusat akan terus mengucurkan Anggaran ke provinsi Bengkulu untuk pembangunan selanjutnya.
Dengan pembangunan berkelanjutan secara tidak langsung kita telah membantu masyarakat di pinggiran Pantai, dengan adanya pembangunan tersebut, dari itu mari kita dukung dan support agar Bengkulu lebih maju sehingga penduduk yang ada dipinggiran pantai lebih aman dan nyaman dengan pembangunan yang berkelanjutan.
Sekali lagi teruslah bersemangat untuk keamanan masyarakat pinggiran Pantai dan kemajuan Bengkulu khususnya tertuju pada Balai Wilayah Sungai Sumatera VII provinsi Bengkulu, Mari kita lindungi penduduk sekitar Pantai dari hal yang tidak kita inginkan.” Demikian harap aktivis tersebut.
( Fikri / Release )
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























