Medialintasindonesia.co.id, Bungo–
Dalam kurun waktu 2 tahun berjalan, peti di batu kerbau yang gunakan alat berat kian merajalela sering di raziapun tak buat epek jerah bahkan semakin berkembang.
Hal ini di sampaikan ketua FPP
Pada Media lintas indonesia beberapa hari lalu.
Peti sangat meresahkan masyarakat,apa lagi yang gunakan
alat berat akan sangat berdampak
terhadap kelestarian lingkungan.
Dan masalah limbah serta pencemaran sungai berakibat fatal
terhadap lingkungan dan warga
yang sementara aliran sungai sangat erat hubungan nya dengan warga sekitar,ucap Ondric.
Dalam hal tersebut saya berharap
pada pihak terkait untuk mencarikan solusi terhadap pemberantasan peti,bila di perlukan
diajak semua warga razia,pungkas Ondric.
Puluhan alat berat yang beraktifitas
di hulu sungai batang Pelepat hingga saat ini masih terus melakukan kegiatan peti.Jika bukan
pada pihak terkait masyarakat mengadu pada siapa lagi ,tutur On.
organisasi FPP
(Forum peduli Pelepat ) juga
Ingin mengajak masyarakat
terkait peti yang merusak lingkungan serta pencemaran air
aliran sungai batang Pelepat.
bila perlu FPP turun bersama masyarakat ke lokasi peti yang ada
di hulu sungai batang Pelepat tegas
Ondric ketua FPP.
Peti batu kerbau harus di tuntaskan, dan dalam beberapa bulan terakhir sudah dilakukan 2 kali rapat di kantor camat terkait masalah peti merasa tidak puas ketua FPP meminta kepada anggota untuk memastikan pakta di lapangan alhasil memang terbukti bahwa kegiatan tersebut memang ada di lokasi,namun kita berharap
untuk kerjasama semua elemen
hal ini di sampaikan para pimpinan
FPP pada media lintas indonesia
beberapa hari yang lalu dan FPP tetap solit serta berharap agar peti
dapat di ahiri supaya warga tetap
bisa memampaatkan air sungai batang Pelepat,pungkas ketua FPP.
Adapun anggota FPP yang langsung turun ke lokasi sesuai
dengan hasil kesepakatan dalam
rapat FPP yaitu : IR , AL , ZL dan AB
tutup ketua FPP.
Pada hari yang sama ketua ormas
Sliwangi kab Bungo,Arisong ; turut
menyampaikan keadaan yang sangat memprihatinkan dimana
keadaan air sungai aliran batang
Pelepat konon tak kunjung jernih
lebih kurang dalam waktu 1,5 thn
ini akibat adanya pelaku peti di
hulu sungai batang Pelepat, dan
mirisnya lagi uda sering di razia
oleh APH namun tetap oprasi juga.
masala peti batu kerbau ini memang sungguh luar biasa tapi
kita tidak tinggal diam tetap kita
cari langkah langkah dan solusi
agar peti yang ada di hulu sungai
batang Pelepat segerah berakhir
tutur Arisong pada media lintas indonesia.
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























