Sumenep, (Lintasindonesia.co.id) – Lomba kontes sapi sonok dilapangan kerapan sapi Giling, Desa Bangkal, Kecamatan Kota, Sumenep, Madura, Jawa Timur digelar, Sabtu (13/10/2018).
Pagelaran kontes sapi sonok menjadi salah satu bagian program visit year 2018 yang dicanangkan oleh Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga ( Disbudparpora).
60 pasang sapi sonok (sapi hias) tampil secara bergantian, dan diiringi dengan musik saronin oleh pememilik masing-masing.
Bupati Sumenep A. Busyro Karim menyampaikan, sapi sonok merupakan budaya Sumenep yang perlu ditingkatkan. Sehingga, dengan budaya tradisional orang-orang yang dari pusat tau apa kontes sapi sonok.
Selain demikian, bagaimana kita bisa menghadirkan wisatawan ke Sumenep bila mereka tidak tau tentang sapi sonok, dengan adanya
pelaksanaan kontes sapi sonok, mereka bisa mengenal.
Oleh sebab itu, bagaimana disbudparpora terus mempromosikan budaya sapi sonok dengan dunia yang serba digital ini. Maka tamu-tamu yang dari luar manca negara mengenal sapi sonok.
Bahkan, mereka sangat mengapresiasi potensi Sumenep yang luar biasa malah lebih dari Kabupaten Banyuwangi, tetapi kalahnya Sumenep ini tidak mampu potensi yang ada di sumenep tidak dipromosikan ditingkat nasional bahkan internasional.
Ini yang harus kita lakukan bersama, walaupun tanpa event ini sudah berjalan seperti di kecamatan-kecamatan sudah bisa kontes sapi sonok.
”A. Busyro Karim menambahkan sebelum ada visit 2018, sapi sonok sudah berjalan tetapi justru dengan visit diharapkan wisatawan masuk ke sumenep, bagaimana orang Jakarta minimal Indonesia apalagi ada wisatawan manca negara ke sumenep, itu nilai ekonomisnya akan lebih dari sekedar orang sumenep khususnya orang madura lihat sapi sonok ini,” katanya.
Dengan demikian, mantan ketua DPRD dua periode ini berharap dengan ada kontes sapi sonok bisa mempromosikan sumenep dengan dunia digital.
Sementara Kepala Disbudparpora Sumenep, Sofiyanto menjelaskan, kontes sapi sonok merupakan salah satu kebiasaan orang madura, disamping kerapan sapi juga ada sapi sonok.
”Sapi sonok merupakan sapi betina yang sangat unik disamping kecantikannya juga jalannya saat di kontes.
Menurutnya, dengan dilestarikannya budaya kontes sapi sonok, diarahkan ke industri seperti menambah ekonomi para pecinta sapi sonok, pemilik dan sebagainya.
Dan efek lainnya dari kegiatan ini bisa membantu mereka yaitu saronin juga para penjual ini yang kami harapkan.
Dari 60 pasang peserta sapi sonok yang diikuti se Sumenep akan dilakukan seleksi untuk. Sebab, minggu depan akan di ikutkan di pamekasan.
Adapun dari 60 pasang sapi akan ambil 6 pasang yang masuk seleksi dan nanti yang 6 pasang kita kirim ke Pamekasan untuk ikut lomba sapi sonok se Madura.
Pihaknya berharap, dalam pelaksanaan kontes ini, supaya bisa memberikan dampak manfaat untuk menambah pendapatan dan peningkatan ekonomi masyarakat.
Diacara kontes sapi sonok dibuka langsung oleh Bupati Sumenep A. Busyro Karim dan didampingi Sekretaris Daerah Edy Rasiadi, Kepala Disparbudpora Sofiyanto. (Yasid)
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























