SBB,LintasIndonesia-
Denga program yang dicanangkan oleh pemerintah untuk membantu masyarakat yang kurang mampu atau miskin dengan berbagai jenis bantuan seperti memberikan bantun rumah tempat tinggal yang disalurkan melalui Dinas Perumahan Rakyat di tiap Provinsi dan Kabupaten Kota.
Tetapi hal tersebut terlihat lain di wilayah Seram Bagian Barat tepat di Dusun Uhe, Desa Iha Kecamatan Huamual.
Ironisnya sikap pilih kasih pemerintah mengorbankan nasip pasangan separubaya yaitu La Siama yang telah berumur 80 tahun dan istrinya Wa Nasia 77 Tahun.
Pantauan Media ini, Kondisi rumah dari pasangan separuhbaya ini dilihat sangat tidak layak dan tidak terurus sama sekali, mengingat pasanga tersebut telah tua dan otomatis sangat butuhkan uluran tangan dari pemerintah Seram bagian barat dalam berbagai bantuan apapun terutama tempat tinggal.
Dari pengakuan Wa Nasia Kepada Media ini.
Sebelum dalam pendataan oleh petugas lapangan pemberi bantuan nama mereka telah diambil dab terdata, bahkan telah melakukan proses tahapan administrasi awal dalam menerima bantuan, seperti mengikuti sosialisasi, pemberian Kartu tanda penduduk kepada pengurus dan pembukaan rekening. Tetapi alhasilnya dibelakang terlihat lain, setelah bantuan tersalur ke penerima bantuan nama pasangan separuhbaya tersebut tidak ada lagi, bahkan bahan dasar yang telah terlanjur diberikan mereka ditarik kembali dan dialihkan kepada yang lain, dengan alasan yang diungkapkan oleh petugas lapangan bahwa terjadi kesalahan dalam tanda tangan seharusnya suami yang tanda tangan bukan istri, sehingga mereka tidak lagi mendapatkan bantuan tersebut.
” Waktu dong (Petugas Lapangan) turun data dan ambil nama untuk bantuan rumah beta su kasi masuk nama. Deng jua beta su kasi maso laki pung KTP, Abis dapa suruh Pigi di Gemba , Bikin buku bank (Rekening).
Padahal datang bantuan datang beta su seng dapa lai, lalu beta tanya kenapa bisa, dong jawab beta bilang katanya salah tanda tangan seharusnya beta pung laki (Suami) yang tanda tangan, asal tau ee beta laki itu dia su tua, dia tuli jadi beta ganti dia par urus
padahal beta su sewa orang par angka pasir dan batu e tau tau bagini su seng dapa lai. Tapi beta sabar sah katong ini buta huruf orang susah jadi su seng berdaya apa apa lai ” Ujar Wanita 68 tahun itu yang terlihat sedih denga ucapan bahasa kampungnya.
Olehnya itu, pemerintah Seram bagian barat melalui Dinas sosial terkesan pilih kasih dan tidak tepat sasaran dalam memberikan bantuan kepada masyarakat.
Sebab di Dusun Uhe sendiri terdapat dua kepala keluarga yang rumahnya bagus, ekonominya menunjang masih kuat kerja, itupun mendapatkan bantuan tersebut, tetapi La Siama dan Wa Nasia Papasangan yang wajar menerima dikorbankan dan ditarik lagi dengan alasan tidak mendasar.
Perlu diketahui Di Dusun Uhe ,Desa masih banyak keluarga yang membutuhkan bantuan tersebut.
(Anwar Tiha)
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























