Subulussalam-lintasindonesia.online Satu mobil pick-up Daihatsu BK 8540 ZF warna putih membawa sembilan orang santri mengalami laka tunggal saat menghindari lubang di jalan provinsi Simpang Kiri – Rundeng di Desa Sikalondang, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam, Selasa, 28/5/19,
Kepala Pos Lantas Penanggalan. Aipda Hasbullah kepada lintas Indonesia mengatakan mobil tersebut datang dari arah Kecamatan Simpang Kiri menuju Rundeng dengan kecepatan sedang. Saat melewati turunan, satu mobil truk datang dari arah berlawanan, sopir mobil pick-up, Ahmad Yasin Al Juhri 18 Thn, mencoba menghindari ke kiri sekaligus menghindari lubang yang ada di badan jalan namun tak terkendalikan.
“Sehingga sopir mobil tersebut membantingkan setir ke kanan selanjutnya mobil menabrak gundukan tanah yang ada di sebelah kanan,” kata hasbullah.
“Akibatnya penumpang yang ada di belakang terpental ke depan dan mobil terbalik – balik serta menimpa korban selanjutnya dibawa oleh warga ke RSUD Kota Subulussalam,” kata Hasbullah.
Akibat terjadinya peristiwa tersebut dilaporkan delapan santri mengalami luka-luka dan satu meninggal atas nama Rijal Ahmad Solikin, santri asal Singkohor, Aceh Singkil. Rijal meninggal mengalami luka robek di kepala, tangan kanan patah, lecet di tangan dan kaki serta memar di mata kanan.
Sementara korban yang mengalami luka – luka yakni Ahmad Yasin Al Juhri 18 Thn, Desa Sumber Mukti Kecamatan Kota Baharu, Aceh Singkil.
Selanjutnya, Osama Alfarouk 17 Thn, Desa Subulussalam, Kecamatan Simpang Kiri, Umar Fahri 17 Thn, Desa Subulussalam Utara, Irfan Syahputra 16 Thn,Dasan Raja, Kecamatan Penanggalan, Hasan Basri 17 Thn, Kota Baharu, Aceh Singkil.
Huzaipah Siketang 16 Thn, warga Subulussalam, Khairuddin 16 Thn, penduduk Desa Subulussalam Utara, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam
Berikutnya Aldiansyah Teza 15 Thn, desa Subulussalam Utara ( M.Pohan )
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























