Toba- mLI- Sore yang indah menenangkan pikiran yang penat dikala seharian dalam perjalanan mencari informasi kesana kemari, itulah yang dirasakan Tim Media Lintas Indonesia ( MLI ) ketika tiba di suatu Dusun jauh dari pusat keramaian dan kebisingan mesin kendaraan. Gopgopan namanya, sebuah dusun di Desa Sampuara kecamatan Uluan Kabupaten Toba.
Walau melewati jalan bebatuan kecil bercampur dengan lubang lubang tanah yang mengayun kendaraan roda dua kami namun begitu sampai ditujuan ( Gopgopan ) semua kayak terbayar tuntas dan melupakan perjalanan yang panjang.
Sempurna luar biasa itulah yang ada dalam benak kami saat itu !
Hembusan angin menyejukkan, ditepian Danau Toba, Hamparan pasir putih tipis dialur pantai, bukit dan pepohonan rimbun hijau dipandang seolah semua menyatu menenangkan pikiran dan perasaan !!!
Namun semua sepertinya kurang perhatian Pemerintah Kabupaten Toba, untuk mengangkat Pesona itu, sehingga terkesan bagai Mutiara terbenam seperti judul diatas.
Ketika Wartawan Media Lintas Indonesia mencoba bincang bincang dengan warga sekitar yang merupakan Orang di Tuakan di kampung Gopgopan yaitu Ompung Butar Butar, ketika ditanya mengapa daerah ini minim pembangunan jalan, padahal Kampung Gopgopan ini sangat bagus dan indah ?
Menjawab pertanyaan tersebut Ompung Butar Butar langsung bercerita banyak.
Dalam ceritanya terungkap bahwa sudah berulang kali usulan dibuat ke Pemerintah Kabupaten Toba, bahkan ke Pemerintah Provinsi Sumatera Utara pun sudah selalu diusulkan, namun itulah kenyataannya sampai saat ini, jalan akses ke daerah inipun tidak di bangun. Bahkan jalan ke Desa induk saja susah di lewati, jangankan naik kendaraan, jalan kaki saja susah minta ampun terlebih bila ada hujan turun !
Memang kampung kami merupakan Dusun jauh dari Desa, tapi bukan berarti harus terpencil dan sulit dijangkau dengan jalan darat, lihatlah sekeliling semua indah dan menarik setiap sudut kampung Gopgopan ini. Kalau Pemerintah Kabupaten Toba mau membangun Pariwisata ditempat ini, pasti banyak pengunjungnya sambung Ompung Butar Butar.
Senada juga bapak Edison Simanungkalit, salah seorang pegiat sanggar seni sekaligus pemerhati kelestarian beladiri Batak, mengatakan bahwa selama ini Pak Edison Simanungkalit sering membawakan grup tari keluar daerah Gopgopan sebagai pertunjukan untuk para tourism namun tidak pernah dilakukan di Gopgopan ini karena minimnya pengunjung, kami siap menghibur disini, tapi harus tetap menjaga kearifan budaya lokal Gopgopan ini tandasnya seraya berkata Sebenarnya lebih senang kami bermain bersama touris disini daripada diajak keluar, kata Edison Simanungkalit.
Dingin Sitorus merupakan Kepala Desa Sampuara kecamatan Uluan Kabupaten Toba juga sangat berharap Dusun Gopgopan ini bisa diperhatikan pemerintah terutama akses jalan darat antara Sampuara dan Gopgopan, bahkan sampai ke desa Jangga di Lumban Julu, sehingga akses dua arah strategis tercapai yaitu Sampuara Uluan dan Jangga Lumban Julu dengan panorama Danau Toba dan Pulau Samosir ! Sahut sang Kades yang langsung di Amini Pak Gultom selaku sekretaris Desa Sampuara, sembari menambahkan bahwa akses yang paling banyak digunakan saat ini adalah kapal motor Danau Toba, jadi alangkah baiknya jika akses jalan darat diperhatikan pemerintah agar kami tidak merasa terisolasi dari daerah lain. Sebagai terakhir kata dari Kepala Desa, kiranya Pemerintah mau datang dan mewujudkan permohonan kami masyarakat Sampuara umumnya dan terkhusus Dusun Gopgopan ini, karena Dana Desa sudah jelas tidak mampu alias kurang, untuk itulah kami mohon perhatian khusus Pemerintah daerah kita, sahut Kepala Desa sambil berucap SALAM DESA SAMPUARA terkhusus DUSUN GOPGOPAN, Kecamatan Uluan Kabupaten Toba.
( CC. Marasi Manurung )
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























