
Lingga- Lintasindonesia.co.id. Pembagunan jembatan penghubung nelayan untuk ke pantai. Kampung hulu Desa lanjut Kecamatan Singkep pesisir. Dibangun dengan Padat Karya Tunai (PKTD) dari Angaran Dana Desa tahun 2022. Sabtu (19/03/2022).
Pembangunan ini melibatkan 18 orang tenaga kerja yang terdiri dari masyarakat Desa lanjut itu sendiri. Panjang jembatan yang di bangun 18 X 2,5 meter. Mengunakan bahan baku jenis kayu resak dengan pagu dana sebesar Rp: 28.255.745,00. Dari dana DD Tahun 2022.
“Samsi selaku kepala tukang saat di konfirmasi mengatakan, begitu pentingnya jembatan ini bagi masyarakat Desa lanjut, terutama masyarakat yang mata pencariannya sebagai nelayan. Karna jembatan ini satu-satunya penghubung para nelayan ke pantai. Letak jembatan ini di Dusun 01/ RT 02/RW 01/. Kampung Hulu Desa lanjut. Untuk materialnya kita mengunakan bahan baku kayu jenis resak, mengingat kayu jenis ini telah teruji daya tahannya apa lagi kalau di air,” jelasnya.
“Dulu jembatan penghubung ini sudah ada, tapi sejak beberapa bulan yang lalu Desa kami terdampak banjir, sehingga mengakibatkan jembatan penghubung para nelayan untuk menuju kepantai pun jadi ambruk, akibat terpaan banjir kemaren. Kami berkerja sebanyak 18 orang mudah-mudahan sebelum puasa jembatan ini sudah siap,” ucapnya.
“Tim Pelaksana Belanja dan Jasa (TPBJ) Desa lanjut Roni, saat dijumpai media ini dilokasi pekerjaan jembatan mengatakan, “Dengan pagu dana sebesar Rp: 28.255.745,00. (Pisik, Honor, Pajak). Dengan pelaksanaan secara swakelola. Diharapkan berkualitas dan bisa digunakan dengan baik oleh masyarakat khususnya para nelayan Desa lanjut,” katanya.

“Untuk kekuatan bisa dibilang kuat dan tidak mudah untuk patah ataupun lapuk, karna kalau kita lihat dari material semuanya berbahan kayu resak yang sudah teruji ketahanannya apa lagi untuk di dalam air. Kami perkirakan sebelum puasa jembatan sepanjang 18X2,5 meter yang di bangun dikampung hulu Dusun 01Desa lanjut, bisa siap dan bisa dipungsikan para nelayan nantinya,” harapnya.
“Kepala Desa lanjut Abu Samah dalam kesempatan yang sama juga hadir dilokasi dimana jembatan yang sedang dibagun menjelaskan,” Padat Karya Tunai merupakan program pemerintah berupa kegiatan pemberdayaan masyarakat desa, khusus masyarakat yang miskin dan marginal besipat produktif, yang mengutamakan pemanpaatan sumberdaya tenaga kerja dan teknologi lokal, untuk menambah pendapatan keluarga mengurangi angka kemiskinan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa dengan adanya program ini,” paparnya.
“Masyarakat kami sangat terbantu karna berawal dari mereka yang mengusulkan, Meraka juga yang mengerjakan, mereka juga yang memanfaatkan, dan mereka juga yang merawatkan jembatan ini nanti. Kami dari Pemdes lanjut selalu berupaya yang terbaik untuk Desa dan masyarakat, dengan mengacu pada aturan yang ada di Pemerintah,” tutup Kepala Desa.
(KS)
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























