
Lintasindonesia.co.id ,Lingga – Perkarangan kantor Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) tampak hijau dengan tumbuhnya cabai rawit.
Sedikitnya, ada 250 batang cabai rawit yang dirawat oleh pihak Tim Penggerak PKK Singkep Barat bersama petugas pertanian.
Dalam dua kali panen, pihaknya telah memetik lebih dari 20 kilogram cabai rawit.
Meski harga pasaran di Kabupaten Lingga mencapai 80 hingga 90 ribu per kilo, namun pihaknya menjual lebih murah dengan harga hanya Rp 50-60 ribu per kilogram.
Cabai itu mereka jual ke pedagang pasar khususnya.
Beberapa kilo cabai juga merea jual ke warga lainnya.
Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Singkep Barat, Sushenni mengatakan, bahwa kegiatan panen cabe rawit ini merupakan panen kedua setelah sebelumnya dilakukam panen perdana sebanyak 18 kilogram.
Sementara, untuk para panen kedua mencapail lebih dari 20 kilogram
“Untuk panen ketiga akan kami laksanakan Kamis mendatang, dengan target 20 kilo ke atas,” katanya kepada Lintasindonesia.id, Sabtu (9/9/2023).
Sushenni mengajak ibu-ibu PKK se-Kecamatan Singkep Barat untuk memanfaatkan perkarangan rumah ataupun perkarangan kantor untuk menanam cabai rawit.
“Karena PKK tidak hanya sekedar seremonial, kita harus bergerak dan harus pandai-pandai melihat situasi saat ini,” ungkapnya.
Sushenni menambahkan bahwa pihaknya tidak hanya menanam cabai rawit saja, melain sayuran terong juga ditanam.
“Dan sudah beberapa kali kita panen terong,” ujarnya.
Ditambahkan Camat Singkep Barat, Febrizal Taupik mendukung penuh setiap kegiatan PKK baik ditingkat Kecamatan Singkep Barat maupun Kabupaten Lingga.
“Ditambah lagi dari PKK Kecamatan Singkep Barat saya anggap berhasil menanam cabai rawit ini. Karena di samping cabainya yang segar, sudah banyak juga masyarkat kita yang membeli,” ujarnya.
Artinya lanjut Febrizal, perputaran ekonomi melalui penanaman cabai rawit yang dilaksanakan di pekarangan kantor Camat Singkep Barat berhasil dilaksanakan.
“Alhamdulillah banyak juga yang membeli cabai rawit hasil dari PKK Kecamatan Singkep Barat,” ujarnya.
Taupik berharap, cabai rawit ini dapat terus dipanen serta dirawat agar tetap tumbuh dengan segar.
“Ya kita harapkan ini dapat terus berkelanjutan untuk ke depannya,” imbuhnya.
(KS)
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























