Sumenep, (Lintasindonesia.co.id) – Pasar ternak terpadu di Desa Pakandangan Sangra, Kecamatan Bluto, Sumenep, Madura, Jawa Timur kurang diminati pedagang.
Padahal Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumenep telah melakukan bujuk rayu kepada pedagang agar bisa menempati pasar yang dibangun menggunakan dana APBN tahun 2014.0„2
“Upaya dengan cara melakukan pendekatan terhadap para pedagang sudah kami lakukan. Termasuk para pedagang ternak dari luar kabupaten. Agar pasar kembali hidup,” kata Syaiful Bahri, Kepala Disperindag.
Selain pendekatan, dirinya juga melakukan berbagai upaya agar pasar hewan ternak terpadu itu bisa dimanfaatkan, namun, upaya itu rupanya gagal sehingga pasar tersebut tidak dioperasikan.
Bahkan, saat ini sejumlah pedagang sapi lebih memilih transaksi di pasar Manok, sebelah utara makam pahlawan.0„2
“Padahal, semangat awal dibangunnya pasar ternak terpadu di Bluto itu untuk memindahkan pasar hewan di Bangkal. Tapi malah sekarang membuat pasar hewan yang lokasinya tidak jauh dari Pasar Bangkal,” paparnya.
Adapun diketahui, pasar hewan ternak terpadu dibangun pada tahun 2014 dengan anggaran sebesar Rp 2,3 miliar melalui dana APBN 2014.
Pada tahun berikutnya, juga digelontorkan dana Rp 200 juta dari APBD Kabupaten.
Sementara pedagang pada 2017 sempat mengoperasikan, namun tidak lama kemudian pasar itu kembali ditinggalkan pedagang. (Yas/ Red)
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























