Sumenep,(Lintasindonesia.co.id)-
Pasca hari raya Idul fitri 1440 H- 2019, pembesuk warga binaan Rutan kelas IIB Sumenep, Madura, Jawa Timur membludak, Senin (11/6/2019).
Kepala rutan kelas IIB Sumenep, Beni Hidayat mengatakan ada lonjakan sekitar 300% dari sebelumnya 100-150 kini naik hingga sekitar 500 orang pasca lebaran.
“Dengan banyaknya pembeduk. Jadi, perketat pemeriksaan barang barang yang di bawa keluarga penghuni rutan saat besuk,” katanya.
Menurutnya, untuk mengantisipasi hal yang tidak di inginkan, pihaknya
menambahkan personel pengamanan dari petugas rutan dan di back up dari kepolisian. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi masuknya barang terlarang yang dibawa oleh keluarga warga binaan seperti narkoba maupun senjata tajam.
“Hingga hari ini petugas belum menemukan barang terlarang yang di bawa oleh pembesuk sehingga kondisinya aman terkendali,” jelasnya.
Beni menegaskan, pengawasan ektra ketat ini akan berlangsung sampai H+7 lebaran atau setidaknya sampai habis lebaran ketupat atau sampai pembesuk normal kembali seperti biasa.”Jumlah keseluruhan warga binaan dirumah tahanan kelas IIB sumenep sebanyak 321orang,”. (Ba/Yas)
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























