SBB,Lintasindonesia-
Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat, pihaknya berjanji akan selesaikan batas luas wilayah Negeri Buano Utara, dengan desa Buano Selatan.
Hal ini disampaikan, Oleh Pemerintah daerah dalam kegiatan sosialisasi tentang penegasan batas desa yang berlangsung di baileo buano utara. Pekan kemarin (12/12).
Dan yang menjadi Speaker Koynote, dalam kegiatan ini, Sekda SBB, Mansur Tuharea, Kabag Pemerintahan, James Kapuate, dan Kepala Bappeda, Samsusdin Silawane. pada kegiatan sosialisasi tentang penegasan batas desa
Sekda SBB, Mansur Tuharea dalam paparannya, meminta masyarakat negeri buano utara memberikan kesempatan kepada pemda, untuk menyelesaikan batas wilayah antara kedua desa ini, dengan menggunakan teknologi secara foto satelit.
Dikatakannya, masalah batas luas wilayah antar dua negeri ini, semoga dapat diselesaikan dengan cara hidup orang “basudara”. Sehingga terciptanya suasana yang aman dan tentram.
Sedangkan Kepala Bagian Pemerintahan, James Kapuate, memaparkan, Pembentukan tapal batas sesuai permintaan secara hak ulayat, berdasarkan banyaknya jumlah soa, semisal, buano utara terdapat 5 (lima) soa, dan buano selatan sebanyak 2 (dua) soa, dan sekaligus dianggarkan oleh masing-masing desa setempat.
James meminta, pihak desa secepatnya menerbitkan SK pembentukan tim agar kami pihak pemerintah daerah, melalui bagian pemerintahan, dengan cepat menyelesaikan luas wilayah pada masing-masing desa.
Sementara itu, Kepala Bappeda, Syamsudin Silawane, memaparkan, dirinya berjanji akan mendorong secara cepat untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi saat ini, terutama desa-desa yang berpotensi konflik
Bahkan, silawane menagkui, pemda sudah bersepakat, bahwa, akan membuat luas wilayah buano utara, tak sama dengan angka luas wilayah, yang telah dipublikasikan oleh Badan Pusat Statestik ( BPS) di dalam buku SBB.
Sedangkan Wakapolres SBB AKMIL Djapa dalam sambutannya Keamanan dan ketertiban masyarakat merupakan landasan,diharapkan hal – hal yg sudah terjadi kemarin yg berdampak buruk jangan di ulangi.
Desa Buano Selatan merupakan negeri adat sehingga kita perlu menjaga tatanan adat, sehingga situasi Kamtibmas tetap dijaga.
Ia juga menambahkan apabila terjadi permasalahan agar dapat disikapi dengan baik, hal serupa apa bila menerima informasi dapat di cek kebenarannya dan tidak menyebar hoax dan tidak melakukan perbuatan – perbuatan yang melawan hukum sehingga tidak menggangu aktifitas masyarakat.
Kegiatan sosialisasi ini, dibuka oleh Raja Negeri Buano Utara, Abdul Kalam Hitimala. Dan tampak hadir dalam kegiatan ini, Sekda Kab. SBB, Mansur Tuarea, Wakapolres SBB, Akmil Djapa, Kepala Bapeda, Bpk Din Salawane, Kabag pemerintahan, Jems Kapuate, Camat Huamual Belakang Usman Manijaa, Dandramil 1502-07/Piru, Kapten Inf. Agung Prabowo, Kapolsek Waisala, IPDA Irsan, Kasad Intel Polres SBB, IPTU Missen Hendrik Ngongobili, Raja Negeri Buano Utara, Abdul Kalam Hitimala, Pejabat Desa Buano selatan, Gerson Luhulima, Toko Masyarat, toko Adat, toko Agama, toko Pemuda, serta sejumlah masyarakat dari masing-masing kedua desa.(Anwar Tiha)
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























