
Sumenep, Lintasindonesia.co.id- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) tangani persoalan sampah.
Sampah itu merupakan bagian dari persoalan yang harus ditangani. Sehingga, perlu keseriusan pihak Pemerintah melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), agar tercipta Kabupaten Sumenep sebagai Kota Sehat dan Asri.
Pemkab melalui DLH Sumenep kini terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Begitu pula mendorong partisipasi aktif masyarakat berupaya menjaga kebersihan lingkungan. Salah satunya, memperkuat kerjasama dimulai dari desa, sekolah, agar Bersih dan Asri terwujud.
“Secara rutin, kontinyu kampanye lingkungan ke sekolah-sekolah, desa dan kelurahan dan di pasar. Tujuannya, mengedukasi dan mengajak masyarakat menjaga bersama-sama kebersihan lingkungan menciptakan Sumenep yang sehat dan asri,” kata Kepala DLH Sumenep Arif Susanto. Senin, (22/4/2024).
Menurutnya, dalam kampanye tersebut pihaknya edukasi bagaimana tentang pemilahan sampah. Sebagaimana upaya itu dilakukan seperti kepada desa binaannya dan sekolah adiwiyata di Sumenep.
“Kami terus gelorakan termasuk kepada desa-desa binaan kita, untuk desa berseri dan sekolah adiwiyata bagaimana juga ikut membantu Pemkab Sumenep membantu menangani sampah sekaligus memilah sampah dibawah,” jelasnya.
Dia menambahkan, hasilnya, diterangkan, beberapa sekolah di Kabupaten Sumenep sudah melakukan Memorandum of Understanding (MoU) bersama Pemerintah Daerah khususnya DLH melalui program Sedekah Sampah dan Beasiswa Sampah.
“Jadi siswa di sekolah-sekolah itu mengumpulkan sampah plastik seperti botol plastik ditampung atau ditabung di sekolah dan setiap hari Sabtu kita ambil dan ditimbang. Dan setiap semester itu kita kasih uang sesuai yang mereka kumpulkan. Uang itu kita serahkan ke sekolah. Pengelolaannya kita pasrahkan ke sekolah, mau dibuat untuk beasiswa atau sedekah,” tuturnya.
Begitu pula, sampah plastik yang diambil oleh DLH itu sementara dijual kepada pengepul sampah di Sumenep. Tetapi, ke depan direncanakan dijual langsung kepada pihak ketiga.
“Kita sudah menjalin kerjasama dengan pihak ketiga di Surabaya. Sehingga, nantinya sampah yang kita ambil langsung kita jual sendiri kepada mereka. Saat ini sedang kita bahas,” paparnya.
Dirinya kedepan berencana melakukan pengelolaan sampah sendiri untuk menjadi nilai ekonomis. Saat ini, DLH Sumenep sedang mengusulkan pembelian pengolahan sampah tersebut.
“Nantinya, sampah itu diolah menjadi 3R sistim, yang nantinya sampah itu diolah menjadi bahan bakar alternatif pengganti batubara. Dan kalau nanti jadi, kita akan kerjasama dengan pabrik semen di Tuban,” tutupnya. (Iyas)
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























