
Konsel,Lintas Indonesia,co,id-,Kunjungan kerja Kepala dinas sosial kabupaten Konawe selatan di Kecamatan Lalembu bersama rombongannya disambut baik oleh Mapolsek ,Camat dan para Kepala Desa sekecamatan Lalembu beserta tokoh masyarakat.
Kadinsos, Nurlita Jaya AS,S,Sos.,M, Kes, dalam rangka rakor dan sosialisasi terkait Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) di Aula Kecamatan Lalembu, dan pada rakor tersebut dilakukan sesi tanya jawab dengan para Kepala Desa dan Tokoh masyarakat terkait KPM DTKS dasar dalam pemberian Bansos , BPNT, PKH dan lainnya.
Kemudian dalam sesi tanya jawab ada salah satu warga bertanya,” kenapa dana BPNT yg sudah di tunaikan melalui PT.Pos Indonesia diarahkan oleh TKSK belanjakan pangan beras dan telur di e-warung,”ungkapnya
dengan senyum.

Nurlita Jaya, Kepala dinas sosial menyampaikan, bahwa KPM BPNT yg cair dananya tunai melalui kerjasama PT.Pos Indonesia dibelanjakan bahan pangan sesuai SPTJM,dan memudahkan TKSK mengontrol bagi KPM BPNT pangunaan dananya. Sekaligus bagi kios e-warung yg sudah terlanjur menjadikan bahan pangan supaya tidak dirugikan, dan insya Allah bila mana masih ada kelanjutan penyaluran kami akan evaluasi langkah-langkah apa yg kami tempuh, tunggu saja nanti kami sampaikan, paparnya.
Lanjut dilokasi yang berbeda masyarakat keluarga penerima manfaat desa lambodi jaya,sumber jaya,mokupa jaya dan mandoke,dalam pertemuan kami wartanwan media ini, menanyakan kepada masyarakat KPM BPNT, “apakah bapak/ibu pernah disambangi dirumah masing masing oleh pendamping TKSK lalu dipaksa belanja di e-warung saudara Sakaria, sesuai berita yang beredar.
Warga yang hadir dalam pertemuan dirumah kediaman salah satu tokoh masyarakat kecamatan Lalembu, dengan serentak warga menjawab tidak benar tudingan itu, “yang hanya mau mencemarkan nama baiknya pak Samsul Bahri pendanping TKSK Lalembu. Bahkan kami bersyukur dengan adanya kios e-warung yang sudah menyediakan bahan pangan sangat memudahkan akses kami belanja bahan pangan sesuai STPJM yg kami tanda tangani, sebab kalau kami belanja dipasar berapa ongkos ojek lagi, ungkap masyarakat. *(Team)
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























