Sumenep, (Lintasindonesia.co.id) – Penularan HIV yang terjadi pada seorang ibu hamil (Bumil) tidak hanya berpotensi menular pada seorang bayi. Bisa saja penyakit ganas ini (HIV red) berpotensi menular pada petugas kesehatan yang menanganinya, Rabu (19/9/2018).
Kusmawati, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep, Madura, Jawa Timur, menjelaskan, tertularnya penyakit HIV itu terjadi lantaran beberapa faktor.
Adapun penularan penyakit HIV dari seorang ibu hamil pada sang bayi bisa saja melalui plasenta. Bisa juga tertular pada seorang bayi saat seorang ibu memberikan ASI pada bayinya.
Dengan demikian, penularan HIV yang terjangkit pada ibu hamil tidak hanya pada seorang bayi, pada petugas kesehatan yang menangani bisa saja tertular.
“Jikalau petugas yang menangani kurang proteksi dirinya, juga berpotensi ketularan,” paparnya.
Oleh sebab itu, pihaknya sudah menyiapkan Ante Natal Care (ANC) terpadu bagi ibu hamil. Salah satunya untuk mendeteksi HIV pada ibu hamil sejak dini. Maka nanti proses persalinanya itu tidak ditangani oleh bidan.
“Jadi, jika sudah terdeteksi, pada proses persalinanya tidak ditolong oleh bidan, melainkan, dokter spesialis di rumah sakit yang memang ahlinya dalam menangani masalah itu,” jelasnya.
Disarankan pada seorang ibu hamil yang terjangkit penyakit HIV apabila sudah melahirkan tidak diperkenankan memberikan ASI pada bayinya.
“Nah, 10 sampai 15 persen, penularan HIV itu bisa melalui pemberian ASI,” tutupnya. (Yasid)
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























