SBB,LINTASINDONESIA-Menyikapi permasalahan tambang marmer di desa Taniwel, Desa Kasieh dan Desa Nukuhay Kec. Taniwel Kab SBB, Personil Polres Seram Bagian Barat (SBB), melakukan kegiatan Penggalangan dengan masyarakat adat Taniwel Kec. Taniwel Kab. SBB.
Kasat Intel Polres SBB, IPTU Missen Hendrik Ngongobili, mengatakan kegiatan penggalangan yang dilaksanakan sejak adanya aksi demo yang dilakukan oleh masyarakat adat negeri Taniwel yang menolak kegiatan rencana eksplorasi marmer tersebut, bertujuan untuk menyerap informasi dan masukan dari para masyarakat, yakni masyarakat yang tergabung dalam masyarakat adat negeri Taniwel Kec. Taniwel Kab. SBB.
“Sehingga dapat melakukan langkah-langkah strategis guna mencegah terjadinya hal – hal yang tidak diinginkan terjadi ,” kata IPTU Missen Hendrik Ngongobili, kepada media ini, via ponselnya.
Menurut IPTU Missen, masalah pertambangan marmer di Kec. Taniwel mendapat penolakan dari masyarakat setempat terkait dampak yang akan ditimbulkan akibat kegiatan eksplorasi nanti. Aksi penolakan dilakukan mulai dari penolakan terhadap rencana sosialisasi oleh tim amdal sampai dengan aksi demo yang dilakukan di Kantor Bupati dan DPRD Kab SBB. Bahkan, sampai dengan saat ini rencana eksplorasi marmer tersebut tetap mendapatkan penolakan dari masyarakat adat Taniwel.
“Oleh karena itu, harus mendapatkan perhatian serius oleh instansi terkait guna tuntutan dari masyarakat adat negeri Taniwel.
IPTU Missen Hendrik menambahkan, dalam kegiatan tersebut Personil Polres SBB memberikan himbauan kamtibmas kepada masyarakat adat negeri Taniwel agar mampu menahan diri dan tidak terpengaruh dengan segala bentuk propaganda yang dilakukan oleh oknum-oknum tidak bertanggung yang bertujuan untuk memprovokasi warga masyarakat dan menimbulkan opini publik guna menciptakan situasi keamanan dan ketertiban yang tidak kondusif di, Kecamatan Taniwel dan Wilkum Polres SBB pada umumnya.(AT)
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























