Aceh Subulussalam-lintasindonesia.co.id
Gugus tugas percepatan penganan Covid-19 dalam konferensi pers tentang, Penambahan kasus positif Covid-19 Dikota Subulussalam tertanggal 4, September 2020 gelar di media center Pendopo Walikota Subulussalam Jumat 4/9/2020
Melalui Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Kerja Penanganan Covid-19 Baginda Nasution. SH. MM. Didampingi, Sekretaris Kesehatan, H. Alamsyah. SKM Direktur RSUD Kota Subulussalam dr. Dewi Pinem, Ketua harian Gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Khainuddin. SKM. MAP
Baginda Nasution menyampaikan kepada awak media, Berdasarkan surat kepala laboratorium penyakit infeksi Universitas Syiah Kuala pada tanggal 2 September nomor 377/PKU/IX/2020 perihal pemeriksaan yang ditujukan kepada direktur RSUD Kota Subulussalam.
Berdasarkan pemeriksaan Swab RP-QPCR terhadap 45 sampel VTM dari RSUD Kota Subulussalam pada tanggal 1 September 2020 dinyatakan 2 (Dua) orang positif Covid-19.
Inisial S, jenis kelamin laki-laki umur 45 tahun Berdomisili di Kecamatan Simpang Kiri dan inisial FS, jenis kelamin perempuan, umur 23 tahun Berdomisili di Kecamatan Simpang Kiri.
Baginda “Kami atas nama pemerintah Kota Subulussalam mengucapkan duka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya S, semoga semoga almarhum diterima di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan tetap diberikan kesabaran, iman dan Islam.” Ujar Baginda.
Riwayat S, dinyatakan positif Covid-19 pada tanggal 30 agustus pukul 02.00 wib pasien masuk IGD dengan keluhan sesak nafas, selama 2 hari juga mengalami demam. Pasien dibawa karena sudah sulit diajak komunikasi (cenderung mengantuk). Penyakit, hipertensi dan DM tipe II.
Pasien dirawat di ruang rawat kelas 2, patda tanggal 30 agustus hingga 1 September, dan pasien dipindahkan keruang ICU pada tanggal 1 September 2020 pukul 10.30 wib. Dan Diagnosa pasien Hipglikemia, Pneumonia, HHD, DM tipe II. dan pasien rutin berobat ke RSUD Kota Subulussalam.
Pasien diambil swabnya pada tanggal 31 agustus dan pasien pulang atas permintaan sendiri pada tanggal 1 September 2020 pukul 18.00. wib. Pasien meninggal dunia pada tanggal 2 September 2020 di rumahnya.
Diakuinya hasil laboratorium penyakit infeksi Unsyiah diterima RSUD pada tanggal 3 September dan S, dinyatakan positif Covid-19. Untuk itu pihak Dinas Kesehatan yang dibantu forkopimcam, kepala puskesmas Simpang Kiri dan pihak lainnya melakukan tracking dirumah duka almarhum S, pada tanggal September sekira pukul 16.39 wib.
Direncanakan pada tanggal 4 September akan dilakukan Swab, terhadap keluarga yang kontak erat dengan almarhum sebanyak 11 orang antara lain istri, anak-anaknya dan yang memandikan almarhum.
“Sementara FS, adalah tenaga kesehatan yang selama ini bekerja di RSUD Kota Subulussalam”Katanya Baginda
Perlu disampaikan terhitung hari ini ia pasien Covid-19 yang terkonfirmasi fositif Corona di Kota Subulussalam sebanyak 18 orang, dinyatakan sembuh sebanyak 8 orang, meninggal 3 orang, dan diisolasi sebanyak 7 orang.
Dengan bertambahnya kasus Covid-19 Dikota Subulussalam trend grafiknya terus meningkat maka perlu semua komponen masyarakat untuk bersama-sama dan bergotong royong saling mengingatkan untuk selalu menerapkan protokol kesehatan, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan hindari kerumunan.
Selain itu, program gebrak masker Aceh (GEMA) yang digelar seluruh Aceh pada tanggal 4 September ini, termasuk di Kota Subulussalam adalah upaya pemerintah untuk mencegah atau mengurangi penambahan kasus Covid-19 di Kota Subulussalam dan Aceh khususnya serta Indonesia pada umumnya berharap dukungan oleh semua komponen warga Kota Subulussalam khususnya dan warga Aceh pada umumnya.
Dalam keadaan darurat diharapkan semua pihak untuk bisa menjaga menjaga suasana yang sejuk dan damai tidak perlu menghujat, memaki, dan menyalahkan siapapun, pemerintah saat ini sedang berbuat dalam menangani Covid-19. Ungkap Baginda. (M. Pohan)
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























