Gerubok

ONEKLIK

NGULAK NGALIK

Home / JATIM / Banyuwangi / Potensi Pilkada Banyuwangi Hanya Satu Paslon atau Bumbung Kosong

Potensi Pilkada Banyuwangi Hanya Satu Paslon atau Bumbung Kosong

Sampai saat ini hanya istri Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani yang telah menerima rekom dari parpol (Partai Nasdem dan PDI Perjuangan) sebagai Bakal Calon Bupati (Bacabub) Banyuwangi dan dimungkinkan juga akan borong parpol atau lawan bumbung kosong seperti pada Pilkada 2015 yang lalu.

Maka, Mari Bersama Menangkan “Bumbung Kosong” atau “Besarkan Angka Golput”.

Memang parpol membuka pendaftaran (penjaringan calon) dan munculnya beberapa calon, namun saya menduga itu hanyalah “Sinetron Politik”. Upaya borong parpol diduga telah diskenario oleh “Sang Suami” guna melanjutkan kekuasannya, sehingga upaya memperkaya diri dan keluarga, menguasai sumber-sumber ekonomi tetap “Kesinambungan”. Tentu kita semua tahu siapa yang mengusulkan penurunan status hutan lindung, mengeluarkan ijin pertambangan emas dan yang berniat menyewakan Pulau Tabuhan ke swasta asing serta menelantarakan para pekerja yang keringatnya telah menghasilkan PAD.

Gerakan bersama menangkan bumbung kosong atau besarkan angka golput adalah gerakan rakyat menentang status quo, memberantas KKN dan mengalahkan oligarki. Kemenangan bumbung kosong dan besarnya angka golput pada Pilkada Kabupaten Banyuwangi nanti adalah kemenangan “Silent Majority” dan menjadi manifes kemenangan rakyat.

Secara teknis, gerakan ini akan mensosialisasikan cara pemberian suara yang cerdas.

Gerakan ini tidak dilakukan dengan meninggalkan tempat pencoblosan (TPS) atau menolak hadir dalam Pilkada 9 Desember nanti, namun dilakukan dengan sengaja hadir dan mencoblos tetapi dengan merusak kertas suara. Hal ini dilakukan sebagai pesan bahwa silent majority menolak dimanfaatkan suaranya untuk melegitimasi semu kemenangan. Tinggal bagaimana kemampuan berkampanye, meng-agitasi dan propaganda rakyat apakah memilih terus ditindas oligarki atau melawan dengan memilih bumbung kosong dan besarkan angka golput yang terkonsolidasi.

Gerakan ini harus secara swadaya dan semesta serta terus ditumbuhkan sampai menemukan pemimpin amanah yang benar-benar memperjuangkan keadilan sosial dan kesejahteraan rakyat.

Gerakan ini bukan sebagai sebuah ekspresi apatis politik, tak paham politik, apalagi anti-demokrasi tapi justru ini adalah kesadaran aktif politik yang memperlihatkan pemahaman politik rakyat. Sebab kontrak politik rakyat berada dalam jaminan konstitusi, bukan berada di kertas suara.

Pada akhirnya gerakan ini berangkat dari ketiadaan aspirasi yang tak terwakili oleh kandidat yang ada dan situasi demokrasi yang  macet.

Keterangan foto:
Banner Ipuk Fiestiandani (istri Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas) yang telah menerima rekom dari Partai Nasdem dan PDI Perjuangan berpasangan dengan Haji Sugirah

Check Also

Bulan penuh Berkah Bersama “Forum Rogojampi Bersatu” Berbagi Takjil

Banyuwangi, media-lintasindonesia.co.id -Di bulan suci Ramadhan yang penuh berkah, Forum Rogojampi Bersatu (FRB) kembali menunjukkan …

PERINGATI HARI PERS NASIONAL, POLRESTA BANYUWANGI AJAK SEGENAP INSAN PERS NGOPI BARENG

Media-lintasindonesia.co.id – Banyuwangi |Polresta Banyuwangi menggelar Silahturahmi dan Tasyakuran dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional …

FRB Serahkan Kunci Rumah Hasil Bedah Rumah kepada Warga Kedaleman Rogojampi

Rogojampi, lintasindonesia.co.id -Forum Rogojampi Bersatu (FRB) secara resmi menyerahkan kunci rumah yang telah selesai dibedah …

media UNGKAP TABIR

ABOUT LPPNRI

10 URUTAN BERITA YANG PALING BANYAK DI LIHAT

BERITA YANG PALING POLULER DAN KOMENTAR

SHARE AND FOLLOW THE SOCIAL MEDIA OF LINTAS INDONESIA

error: Content is protected !!