
Sumenep, (Lintasindonesia.co.id)-Meski Pesta Demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur diundur, namun tidak membuat bursa bakal pasangan calon (Paslon) berhenti.
Berbagai prediksi dan gerakan sejumlah nama yang bakal mewarnai pesta lima tahunan itu tetap ramai.
Dalam kontek Pilkada Sumenep prediksi mulai bermunculan terkait bursa paslon tersebut. Diprediksi, kontestasi rakyat ini akan diikuti tiga paslon dari sejumlah partai politik (parpol). Nama Fattah Jasin tetap menjadi trend yang utama. Karena, gerakan kepala Bakorwil Madura sudah hampir massif di Kabupaten Sumenep.
Apalagi, saat ini dia sudah mendapatkan surat tugas dari PKB. Di mana dia berhak mencari Koalisi dan bacawabup (bakal calon wakil bupati) yang akan mendampingi.
“Nama Fattah Jasin terbilang cukup unggul dan lebih populis dibandingkan lainnya pendatang baru di Sumenep,” kata Fadil, aktifis Formatif (Forum Masyarakat Inspiratif).
Maklum, kata dia, Fattah Jasin merupakan tokoh yang rajin menyapa masyarakat, bahkan terbilang sering. Selain itu, dia punya kans lantaran punya pengalaman di birokrasi.
“Orangnya pintar sederet pengalaman jabatan birokrasi menjadi wajar ketika dikenal dan mendapatkan perhatian Parpol,” paparnya.
Sehingga, dimungkinkan dia akan mendapatkan rekom parpol. Tentu saja, ketika mendapatkan mandat PKB. Meski sebenarnya, PKB bisa usung sendiri tanpa Koalisi.
“Dari sisi calon wabupnya, maka Yunus bisa berpeluang. Sebab, dia dari Kepulauan. Tentu saja, memiliki basis yang jelas. Jaya di darat dan Kepulauan,” tegasnya.
Dia menambahkan, selain Fattah Jasin ada Shalahuddin Warits atau dikenal dengan Ra Mamak. Ra Mamak ini dinilai punya kans sebagai cabup yang saat ini memang sudah masuk bursa bacabup.
Sebab, dia mewakili basis kultur dari golongan kyai, karena juga sebagai salah satu pengasuh di PP Annuqayah.
“Kyai Muda ini, diproyeksi gol mendapat rekomendasi Partai, salah satunya PPP. Karena, dia memiliki basis dan loyalis yang sangat kuat, utamanya dari sejumlah Alumni Annuqayah. Otomatis, punya peluang besar di cabup. Dan, pasti menjadi pertimbangan, ” terangnya.
Menurutnya, hanya saja Kyai ini masih membutuhkan punya pendamping wabup yang handal dan memiliki basis pula. Selain bisa masuk ke PPP, maka bisa berkoalisi dengan Demokrat. “Jika Koalisi dengan Demokrat, maka Soengkono Sidik bisa berpeluang menjadi bacawabup,” ujarnya.
Sementara pasangan yang ketiga adalah Achmad Fauzi yang sudah di usung PDI Perjuangan. Dia merupakan incumbent karena sedang menjabat sebagai Wabup saat ini. Otomatis, punya pengalaman dalam memimpin daerah. Disamping itu, dia pengusaha sukses yang tentu bisa diperhitungkan lawan.
“Sementara pasangan dari kultur dan jelas punya basis. Yakni Nyi Eva atau Dewi Khalifah. Di panggung politik bukan orang baru karena mantan DPRD. Dia juga keturunan darah biru sehingga dinilai punya basis dan loyalis dan sangat kuat,” tukasnya.
Dengan demikian, pihaknya memastikan pertarungan akan sangat sengit. Namun, berbagai kemungkinan sebelum penetapan calon oleh KPU bisa terjadi. “Kalau nama-nama lain itu kan hanya dihembuskan saja. Kalau prediksi kami tiga paslon ini yang akan melenggang. Kita lihat saja nanti, ” jelasnya.
Saat ini tentu saja yang menjadi perebutan kemana arah PAN dan Partai Gerindra?.(Tim/Red)
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























