B
aturaja (OKU), media Lintas Indonesia – Pengerjaan proyek Rehabilitas jaringan irigasi Air Panang Desa Blambangan Kecamatan Pengandonan Kabupaten OKU yang bersumber dari dana APBD 2020 sebesar Rp. 750.000.000 tersebut di duga terkesan asal jadi. Proyek rehabilitas jaringan irigasi ini dikerjakan oleh pihak rekanan atau pihak penerima jasa CV. Bangun Cipta Konstruksi sebagai kontraktor pelaksana yang diduga mutu dan kualitasnya diragukan oleh masyarakat, Selasa (6/4/21).
Pantauan awak media di lapangan, Jum’at (26/3/2021) lalu, ini sangat disayangkan terlihat pada item pengerjaan rehabilitas irigasi bisa roboh sebagian, sementara lantai irigasi tidak memenuhi standar dan banyak terkelupas, begitu juga dengan dinding sudah mulai menimbulkan keretakan dan mengembung.
Selain itu proyek irigasi yang mengaliri sawah warga agar terlihat ada asas manfaat untuk kelangsungan produksi petani. Tapi sebaliknya warga tidak mendapat manfaatnya akibat robohnya irigasi tersebut.
Pengerjaan yang dilaksanakan kontraktor pelaksana diduga seperti kejar tayang atau terburu-buru mengakibatkan pengerjaannya tidak sesuai kualitas standar yang sudah ditentukan.
Saat di konfirmasi warga setempat yang enggan menyebutkan namanya mengatakan, rehab irigasi ini memang sangat diperlukan oleh masyarakat untuk mengaliri sawah agar nantinya panen padi tetap stabil. Akan tetapi kalau pembangunannya seperti ini terkesan asal jadi, dan belum lama dibangun sudah ada kerusakan bahkan sampai roboh. Jelas kecewa, ini mengganggu masyarakat dalam mengairi sawah.
Namun menurut warga rehab irigasi tidak ada penggalian pondasi terlebih dahulu, akibatnya kekuatan dan kualitas rehab irigasi ini dipertanyakan serta ketebalan lantai irigasi ini sangat tipis sekali, dapat kita lihat lebar dari saluran irigasi ini tidak sama. Sedangkan irigasi yang roboh sebelum panen sampai sekarang belum ada perbaikan sedangkan sebentar lagi kami akan menanam padi, ucapnya.
Lanjutnya. Pada saat pembangunan kami sering mengawasi dan mengusulkan agar pembangunan irigasi dibuat yang kokoh, akan tetapi usulan kami diabaikan tukang dan kenek. Memang saluran irigasi yang lama dibongkar tapi tidak digali lagi dan langsung dibuat pondasi mal dan dimasukan batu kali serta adukan semen sampai ke ujung dekat yang roboh itu. Sedangkan untuk yang dipangkal ini ada penambahan saluran irigasi beberapa meter tapi tidak ada batu kali “mak uji kami tu lumut langsung diplester dan di aci tanpa melihat kualitas bangunannya. Ini kamu lihat sendiri sudah mengembung dan retak, sebentar lagi hancur serta pada pintu air juga kurang kebawah karena kalau air surut air dari pangkal tidak mengalir dan ini sudah kami saran untuk menambahkan cor semen pada irigasi tersebut tapi tetap tidak dihiraukan, dan kami selaku petani kecewa dengan pembangunan ini, ungkapnya.
Silahkan saja pemerintah melakukan pengerjaan rehabilitas proyek irigasi tetapi janganlah dikerjakan asal asalan, sehingga dapat merugikan masyarakat, apa lagi rehab irigasi ini ditengah sawah warga yang sebentar lagi akan penanaman bibit padi, tandas Hasri Gani selaku LSM OMCI OKU
Dia menambahkan (Hasri Gani), proyek rehabilitasi jaringan irigasi yang peruntukan untuk masyarakat diduga merugikan negara, kami selaku LSM ataupun Masyarakat akan menindaklanjuti temuan ini ke penegak hukum yang berkompeten sesuai undang-undang yang berlaku, pungkasnya.
Sebelumnya ada surat komfirmasi tertulis untuk Dinas PUPR terkait kualitas jaringan irigasi yang diduga tidak sesuai dengan standar, hingga berita ini diterbitkan belum ada upaya dari pihak Dinas PUPR untuk memberikan penjelasan komfirmasi tersebut. (Tim/Adril)
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























