Bangka..Lintas indonesia…21/02/2020..Alfindo salah satu warga pangkal pinang yang bersekolah Santri Kelas 1 SMP Pesantren Islamic Center Bahrun Ulum Sungailiat
terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Medika Sungailiat Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), karena tak sadarkan diri setelah mendapat prilaku kekerasan (penganiayaan-red) yang diduga dilakukan oleh kakak Kelasnya, Zendi dan Sigit yang duduk di Kelas 1 SMA Pesantren Islamic Center Bahrun Ulum Sungailiat
Kejadian kekerasan tersebut terungkap ketika korban sadar dari komahnya, dan melaporkan hal tersebut kepada orang tuanya.
“ saat media lintas indinesia konfirmasi ke orang tua santri(yw) mengatakan Anak saya di Pesantren mengalami tindak kekerasan oleh kakak kelasnya pada Selasa, 18 Febuari 2020 sekitar jam 23.00 Wib. Saya di telpon Ustad Pembina namanya Ustad Aris, dan mengatakan bahwa anak saya kejang-kejang tak sadarkan diri yang disebabkan jatuh dari kamar mandi
Anak saya langsung dilarikan ke RS Medika Sungailiat malam itu juga. Pada Kamis, 20 Febuari 2020, setelah agak sehat anak saya bercerita bahwa dirinya dianiaya oleh kakak kelasnya,” kata Yoan Olsita, Ibu Korban, kepada awak media, Kamis, 20 Februari 2020.
Sementara itu, Zendi, salah satu santri yang melakukan kekerasan terhadap korban (M. Alfindo) saat dikonfirmasi awak media membenarkan bahwa dirinya bersama temannya yang bernama Sigit telah melakukan tindakan kekerasan terhadap M. Alfindo. Menurut orang tua santri,saya tidak rela anak saya di pukul gini,dan saya sudah melaporkan ke pihak berwajib di polres Bangka dan saya berharap ke depan nya tidak ada lagi santri2 jadi korban pemukulan (Anuar)
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























