Sumenep, (Lintasindonesia.co.id) – Tindak pidana penganiayaan kembali terjadi di Kecamatan Batu Putih, Sumenep, Madura, Jawa Timur, Rabu (12/12/2018).
Diketahuinya tindak pidana penganiayaan bermula sekitar pada pukul 02.15 wib, saat itu Tayyib (pelapor) terbangun mendengar suara orang minta tolong.
“Ternyata setelah didengar suara itu
dari arah selatan tepat di mushalla milik ibu Rodiah orang tua korban sekaligus mertua pelapor,” kata Kasubbag Humas Polres AKP Moh. Heri.
Menurutnya, setelah pelapor berada ditempat kejadian perkara (TKP),
ternyata di dalam mushalla tersebut terlihat saudara Moh. Trisno sedang bergumul dengan Sakrani.
“Saat itu terlihat Moh. Trisno berusaha mencoba merebut golok dari tangan Sakrani yang
ternyata Moh. Trisno sudah dalam keadaan tertusuk golok milik Sakrani,” jelasnya.
Setelah itu, pelapor mendekat dan langsung membantu untuk merebut golok itu dari tangan Sakrani. Kemudian golok tersebut berhasil di amankan oleh pelapor.
“Saat golok tersebut berhasil diamankan. Akhirnya pelapor langsung membawa korban Moh. Trisno kepuskesmas setempat guna mendapatkan perawatan medis,” tukasnya.
Sementara barang bukti yang diamankan oleh petugas berupa kepolisian Satu lembar sarung milik korban, satu bantal bercak darah, sajam berupa golok dengan
sarungnya.”Barang buktinya sudah diamankan oleh petugas,” tegasnya.
Diketahui, Sakrani(Terlapor) merupakan warga Dusun Berombak, Desa Batu Putih Laok, Kecamatan Batu Putih.
Tayyib(Pelapor) dan Moh. Trisno juga merupakan warga Desa Batuputih laok, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep. (Yasid)
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























