SBB,Lintasindonesia-Sebanyak 1000 sekian kepala keluarga masyarakat di Dusun Tiang Bendera Desa Tahalupu Kecamatan Huamual Belakang Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) mengeluhkan karena belum menikmati aliran listrik dari PLN selama puluhan tahun.
“Kami Masyarakat Tiang Benderah yang mayoritas berpenghasilan sebagai petani dan nelayan yang paling terbelakang di Pulau Kelanng sangat krisis penerangan, karena sejak kemerdekaan RI kita masih gelap gulita,” ujar sala satu warga La Hamidi kepad media ini pekan kemarin.
Ia menjelaskan, untuk menikmati penerangan saat ini warganya sangat terbatas karena sebagian masyarakat menggunakan penerangan pelita minyak tanah dan sebagian bagi yang agak mampu mengunakan mesin generator set.
“Setiap malamnya untuk keperluan genset masyarakat membeli bensin dua sampai tiga liter. Bensin di sini harganya Rp 12 ribu per liter belum termasuk biaya perawatan mesin. Ini tentu berat,” ucapnya
Dijeslakan, hingga saat ini pun masyarakat belum menikmati penerangan listrik. padahal tiang listrik sudah dipasang di wilayahnya oleh pihak PLN di Desa Tahalupu diperkirakan sudah terpang kurang lebih 7 bulan, namun belum juga berpungsi. Oleh sebab itu masyarakat Tiang Benderah sangat mengharpkan agar pihak PLN untuk segerah menyalakan aliran listrik tersebut.
Lanjutnya, selaku pemerintah daerah dalam hal ini Bupati Moh. Yasin Payapo dan Wakil Bupati Timotius Akerina untuk melihat persoalan ini secepatnya, karena sudah sekian tahun masyarakat Tiang Benderah dan beberapa desa dan dusun lainnya belum yang ada di Pulau Kelang belum juga menikmati listrik.
“Untuk itu kami meminta agar Pemkab SBB dapat memperhatikan hal tersebut dan memprioritaskan masalah ini yang selama puluhan tahun belum dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Akibat tak hanya masalah penerangan, kata dia, warga juga mengalami kesulitan mengakses informasi dari luar desa. Bahkan yang lebih memprihatinkan kondisi ini berimbas pada perekonomian warga yang jauh di bawah garis kemiskinan.
“Dampaknya selain berimbas pada keadaan perekonomian, juga mempengaruhi akses informasi dari luar,” ungkapnya.(AT
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























