Gerubok

ONEKLIK

NGULAK NGALIK

Home / BABEL / Belitung / LEPAT GEDE SELAT NASIK, MARAS TAUN TRADISI ADAT URANG BELITONG

LEPAT GEDE SELAT NASIK, MARAS TAUN TRADISI ADAT URANG BELITONG

BELITUNG_www.media-lintasindonesia.co.id_Kegiatan budaya perayaan tradisi adat Maras taun Desa Selat Nasik, Pulau Mendanau Kecamatan Selat Nasik, dilaksanakan pada hari Minggu 28/04/2019 bertempat di Lapangan Tanah Tambun Desa Selat Nasik Kabupaten Belitung.

Hari Puncak Marastaun dihadiri ratusan pengunjung dari pulau Mendanau dan Pulau Belitung yang sudah mendapat informasi dan undangan dari beberapa minggu sebelumnya.

Dihadiri Bupati Belitung. H. Sahani Saleh,S.Sos. Wabup Belitung Isyak Meirobie,S.Sn.M.Si. Kapolres Belitung AKBP Yudhis Wibisana,S.I.K.MH. Dandim 0414/Belitung Letkol Inf Indra Padang. Danlanud H AS Hanandjoeddin Letkol Inf Akal Juang. Anggota FORKOMINDA Belitung dan undangan resmi lain.

Dalam kesempatan ini, dikukuhkan prestasi kepada H. Sahani Saleh S.Sos., sebagai pemrakarsa pembuatan Lepat Gede Marastaun Selat Nasik, dan kepada Desa Selat Nasik sebagai Desa Pelestari Adat Perkawinan Tradisional Bepikul.

Marastaun kali ini tetap tidak lepas dari kekhasan LEPAT GEDE dan berebut lepat sebanyak kurang lebih 2000 (dua ribu) lepat kecil dan Lepat Gede sepanjang 280cm dengan berat 2 kuintal.

“Lepat yang menurut filosofi masyarakat setempet disebut lepat gede, lepat gede ini memiliki makna satu keluarga atau rumpun yang diawali dengan datangnya Datuk Bangja Taka Ke Pulau Belitung khususnya Negeri Melayu atau Selat Nasik,” ujar ketua Umum sekaligus pendiri Leprid Paulus Pangka, minggu 28/4/3019.

Selain lepat gede, Leprid juga menyatakan pernikahan unik adat Negeri Melayu Desa Selat Nasik, keunikan dinilai dari berbagai tahapan proses pernikahan yang masih dipertahankan hingga sekarang seperti Berebut lawang, tipak, melangkahi benang, menyembur api dibalik cermin, berlari sambil menginjak telur, mandik besimbor, diteruskan dari pakaian adat yang merupakan warisan adat melayu tempo dulu sejak datangnya Datuk Balang Taka, pengantin diangkat diatas juli yang bermakna mengangkat harkat martabat serta adat istiadat.‎

Selain itu, juga dilaksanakan pemberian hadiah pemenang Lomba Mancing Tradisional yang telah dilaksanakan pada hari Sabtu, 27/04/2019 Lomba Mancing Tradisional ini diselenggarakan atas kerja sama dengan Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Belitung. Ikan-ikan hasil LMT ini kemudian dilelang kepada publik.

Beberapa kegiatan lain yang diselenggarakan Penganten Bepikul, Mandi Besimbor, Besilat, Aneka Tari dan Lesong Panjang, dan prosesi Maras taun.

Rangkaian Marastaun sebelumnya telah dilaksanakan dari tanggal 22/04/2019 Senin antara lain Yasinan, Pemilihan Bujang Dayang Belitong tk. Kecamatan Selat Nasik, Becampak, Lomba Lagu Daerah Anak-Anak dan pentas seni budaya lokal lain.*(Indr4

Check Also

Tim Gabungan Sat Polairud Polres Belitung bersama Dit Polairud Polda Babel Tertibkan Tambang Ilegal di Pantai Dusun Ulim

MEDIA-LINTASINDONESIA.CO.ID BELITUNG – II Sat Polairud Polres Belitung bersama personel Dit Polairud Polda Kepulauan Babel …

Sikat Penyelundupan, Gabungan Satpolairud Polres Belitung dan Ditpolairud Polda Babel Gelar Operasi Ketat di Pelabuhan Tanjung Pandan

MEDIA-LINTASINDONESIA.CO.ID ,BELITUNG ,TANJUNG PANDAN || Upaya preventif untuk memperketat keamanan wilayah perairan dan mencegah segala …

Satlap Tri Cakti Kembali Gagalkan Pengiriman Pasir Timah Di Padang Kandis Membalong

MEDIA-LINTASINDONESIA.CO.ID – BELITUNG, Membalong ||Upaya dugaan penyelundupan pasir timah melalui jalur laut kembali digagalkan Satlap Tri Cakti, …

media UNGKAP TABIR

ABOUT LPPNRI

10 URUTAN BERITA YANG PALING BANYAK DI LIHAT

BERITA YANG PALING POLULER DAN KOMENTAR

SHARE AND FOLLOW THE SOCIAL MEDIA OF LINTAS INDONESIA

error: Content is protected !!