Sumenep, (Lintasindonesia.co.od)- Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Nurus Salam meminta pemerintah mengatasi kelangkaan elpiji 3 kilogram terutama di daerah kepulauan yang sering terjadi. Jum’at 10 Mei 2019.
Kelangkaan elpiji kadangkala dipicu dengan pasokan yang tidak maksimal, seperti halnya faktor cuaca eksktrem yang melanda sejumlah wilayah kepulauan di kabupaten ujung timur pulau madura itu.
Secara otomatis, kelangkaan tersebut justru berpengaruh pada melambungnya harga elpiji bersubsidi. Bahkan, jauh di atas HET (Harga Eceran Tertinggi) yang sudah ditetapkan pemerintah.
“Jadi, kebutuhan dasar masyarakat seperti halnya elpiji yang harus dipenuhi pemerintah dalam hal ini pihak pertamina. Karena mayoritas masyarakat pakai elpiji, Jika langka maka akan mengganggu aktifitas warga,” kata Nurus Salam, Ketua komisi II DPRD Sumenep.
Dia mengungkapkan, apabila kelangkaan terjadi tentu saja akan menguntungkan pihak pengepul, di mana harga akan melambung tinggi. Hal itu wajar, karena ketika permintaan meningkat, sementara barang sedikit maka harga pasti akan melambung tinggi.
“Bagi warga mampu, harga tinggi tentu saja tidak berpengaruh apapun. Namun, jika tidak mampu otomatis akan menjerit. Ini yang membuat pilu bagi kami sebagai wakil rakyat, dan sangat miris sekali,” tegasnya.
Kendati demikian, kelangkaan elpiji tidak terjadi dalam satu dua hari ini, melainkan secara rutin terjadi di kepulauan. Dan ini terkesan belum disikapi serius oleh pemerintah Sumenep, bahkan terasa diabaikan.
“Indikasinya, masih saja terjadi meski sudah sering disuarakan. Setidaknya harus dicarikan solusi secara baik supaya kelangkaan tak lagi terjadi dan harga bisa ditekan. Sebab, warga kepulauan pasti yang akan menjadi korban. Nah, ini yang harus menjadi perhatian serius pemerintah,” tukasnya. (Yas)
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























