BELITUNG TIMUR. www.media-lintasindonesia.co.id– Bupati Belitung Timur Yuslih Ihza terpilih menjadi nominasi calon penerima penghargaan Dwija Praja Nugraha Tahun 2019. Nama Yuslih diusulkan oleh Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Beltim.
Penghargaan Dwija Praja Nugraha merupakan apresiasi tertinggi dari guru-guru yang tergabung dalam PGRI kepada Kepala daerah yang memiliki komitmen tinggi dalam memajukan kualitas, meningkatkan mutu pendidikan dan meningkatkan kesejahteraan guru di daerah.
Pemenang akan menerima penghargaan langsung dari Presiden RI, Joko Widodo saat Upacara Puncak HUT PGRI ke 74 dan Hari Guru Nasional ke 34 pada 30 November 2019 mendatang di Bekasi, Jawa Barat.
Sebelum terpilih menjadi pemenang, para kepala daerah diverifikasi dan diwawancara oleh Pengurus Besar PGRI Pusat. Wakil Sekretaris Jenderal PB PGRI Pusat Jejen Musfah datang ke Kabupaten Beltim untuk melakukan verifikasi terkait data-data yang sudah diajukan oleh PGRI Beltim.
“Jadi PGRI Belitung Timur merasa Bapak Bupati telah melakukan banyak hal selama masa kepemimpinannya terhdap mutu pendidikan di Belitung Timur dan peduli dengan kesejahteraan guru. Data-data usulannya sangat lengkap,” ungkap Jejen seusai wawancara dengan Bupati Beltim di ruang kerjanya, Senin (11/11/19).
Selain wawancara langsung dengan Yuslih, Jejen juga akan mendengar penuturan dari MKKS, para kepala sekolah dan pengawas terkait layak tidaknya penghargaan diberikan. Setidaknya ada 20 kepala daerah dari seluruh Indonesia yang menjadi nominasi penerima Penghargaan Dwija Praja Nugraha tahun 2019.
“Ternyata setelah kami ke sini banyak sekali informasi yang jauh lebih besar, lebih bagus terkait dengan komitmen Bapak Bupati terhadap pendidikan di Kabupaten Beltim. Banyak data-data baru yang menyatakan beliau bukan hanya peduli di bidang pendidikan, namun juga kesehatan,” kata Jejen.
*Anggaran Bidang Pendidikan Kabupaten Beltim Hampir 25 Persen APBD*
Bupati Beltim Yuslih Ihza menyatakan tidak tahu menahu sebelumnya jika dirinya dimasukkan dalam nominasi calon penerima penghargaan Dwija Praja Nugraha Tahun 2019. Bupati pun akan menyerahkan mekanisme penilaian kepada panitia PB PGRI Pusat.
“Jadi ini masih tahapan, saya sebenarnya tidak tahu sebelumnya masuk nominasi. Ini dari pusat, usulan dari para Guru, jadi terserah penilaiannya baru sebatas nominasi,” ujar Yuslih.
Saat ditanya apa saja yang telah dilakukan untuk kemajuan pendidikan dan kesejahtraaan guru di Kabupaten Beltim, Yuslih mengungkapkan beberapa kebijakan yang dilakukan di masa kepemimpinannya.
“Anggaran di bidang pendidikan di APBD Kabupaten Beltim melebihi yang diamanatkan undang-undang, yakni hampir mencapai 25 persen, bahkan di ABT (APBD Perubahan 2019) kita tambah Rp 5 milyar. Terus juga tunjangan untuk guru sekolah formal, bahkan informal yakni TPA kita naikkan,” ungkap Yuslih.
Pemkab Beltim juga terus melakukan peningkatan pada fisik sekolah dan infrastruktur pendidikan. Sealin itu pengadaan program beasiswa bagi putra-putri daerah yang kurang mampu juga bukti kepedulian terhadap pendidikan di Kabupaten Beltim.
“Koordinasi selama ini dengan PGRI berjalan dengan baik. Selain itu terkait kantor PGRI juga sudah diberikan pinjam pakai untuk kegiatan PGRI. Saya juga tak pernah absen dialog dengan anggoat PGRI dan sering menjadi Inspektur Upacara saat hari Peringatan PGRI,” beber Yuslih.
Bupati Beltim menerima kunjungan Wakil Sekjen PGRI yang didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan Amrizal, Kepala Bapelitbangda Bayu Priambodo, serta pengurus PGRI Kabupaten Beltim. Pertemuan dilanjutkan dengan makan siang bersama di Pantai Serdang Manggar. TIM/@2
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























