SBB,Lintasindonesia
Kini hal pilu masih dirasakan La Siama (80) dan Wa Nasia Istri (77) Warga asal Dusun Uhe, Desa Iha, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat yang pernah menjadi korban oleh Dinas Perumahan Rakyat Provinsi Maluku melalui bantuan rumah layak huni telah diberikan ditarik kembali dengan alasan tidak jelas.
Pantauan Media ini, pasangan paruhbaya ini denga semangat menunggu bantuan tiba, karena telah dijanjikan oleh pengawas akan melanjutkan bantuan beliau yang turun ke rumahnya bebeberpa waktu lalu pada (13/11/19) atau telah 17 hari lamanya.
Sehingga itu, pasangan tersebut berusaha kumpulkan bahan persyaratan swadaya pribadi berupa pasir dan batu, seperti apa yang dikatakan pengawas kepada mereka.
Sebelumnya melalui konfirmasi awak Media (12/11/19) lalu dengan Dinas Perumahan Rakya SBB dengan pengawas Provinsi Maluku beberapa waktu lalu. Dari hasil konfirmasi dengan Kepala Dinas Perumahan rakyat SBB, ZulKifli Soulisa jawabnya terkesan tidak mau tau meanau apa – apa menurutnya bahwa bantuan rumah tersebut masuk rana provinsi bukan kabupaten, jadi bukan tanggung jawab kabupaten SBB.
Kemudian dilanjutkan konfirmasi dengan pihak pengawas Provinsi Maluku atas nama Nar (13/11/19) saat itu Dia – Pengawas menyetujui dan siap akan dilanjutkan bantuan rumah yang pernah ditarik dari pasangan paruhbaya tersebut
Menurut pengawas, penarikan bantuan rumah La Siama dirinya juga tidak mengetahui apa – apa sebab bantuan di Uhe ditangani oleh pengawas lain atas nama “Jak Smokil”, sehingga terjadi terjadi simpansiur.
Namun hingga saat ini telah memakan 17 hari apa yang dikatakan pengawas itu belum terealisasi, belum disalurkan sama sekali. Sering Media ini melakukan konfirmasi melalui via seluler dijawab bahwa masih dalam proses, ditanya kapan pasti pendistribusian jawabnya belum bisa dipastikan karena butuh tahapan, Jawab Pengawas.
Padahal warga Dusun Uhe, melalui pemuda siap membantu pasangan paruhbaya untuk bangun rumah mereka secara gotong royong jika itu bahan bantuan telah siap. Tapi hingga saat ini belum juga ada.
Masyarakat berharap semoga Lansia tersebut tidak dikorbankan kembali oleh pemerintah..
(AT/DK)
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























