
Sumenep, Lintasindonesia.co.id- Kerapan sapi merupakan budaya di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur yang harus dilestarikan, dijaga dan di pertahankan hingga sampai kepada generasi penerus.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan bahwa Kerapan sapi perlu dilestarikan dan dijaga agar tidak tergerus perkembangan zaman yang kian pesat adanya arus globalisasi dan digitalisasi.
Bahkan, budaya kerapan sapi perlu ditanamkan dan diperkenalkan sejak dini kepada para generasi muda supaya tidak purna. Sehingga, budaya kerapan sapi tersebut terus dirawat dan dijaga.
“Keberadaan kerapan sapi adalah warisan budaya yang tak ternilai harganya. Sudah menjadi warisan kultural pendahulu yang harus dilestarikan hingga ke generasi saat ini sampai generasi mendatang,” katanya.
Menurutnya, pelestarian budaya itu bukan hanya sekadar personal saja melainkan hal itu merupakan tanggungjawab bersama. Supaya citra kerapan sapi terjaga dengan baik di tingkat lokal, regional, nasional dan bahkan internasional.
“Kita sudah dikenal dengan kerapan sapi di dunia luar, makanya harus berjuang bersama untuk terus mempertahankannya,” paparnya.
Untuk itu, pemerintah juga berperan aktif untuk melestarikan budaya kerapan sapi dengan cara mengadakan kegiatan perhelatan kerapan sapi yang dilaksanakan secara rutin disetiap tahun.
“Kami, Pemkab ikut serta ambil bagian dalam pelestarian budaya kerapan sapi. Dan, pasti akan kami jaga warisan leluhur ini,” tegasnya.
Dia menambahkan, jika dirinya berterima kasih kepada peternak, pecinta sapi kerap yang selalu mensukseskan kegiatan yang digelar oleh Pemkab dalam melakukan pelestarian budaya. “Semua stackholder yang terlibat dalam pelestarian kerapan sapi kami haturkan terima kasih,” tuturnya. (Yat)
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























