
LINGGA media-lintasindonesia.co.id -Upaya memperkuat ketahanan pangan, dan ekonomi desa terus digalakkan di Kabupaten Lingga.
Salah satunya melalui kegiatan panen jagung pipil yang dilaksanakan oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Desa Mepar, Kecamatan Lingga, pada Sabtu (3/1/2026).
Kegiatan panen berlangsung di lahan milik Desa Mepar yang berlokasi di Jalan Pasir Panjang, Dusun I Malar, RT 003 RW 002.
Panen dimulai sejak pukul 08.30 WIB, dan dihadiri berbagai unsur pemerintahan, pendamping desa, serta aparat kepolisian sebagai bentuk sinergi lintas sektor dalam mendukung program pembangunan desa berbasis pertanian.
Sejumlah pejabat, dan tokoh masyarakat turut hadir langsung dalam kegiatan tersebut, di antaranya Camat Lingga Abdul Malik, Kepala desa Mepar Faif Sundoyo, perwakilan Satgas Swasembada Pangan Kabupaten Lingga Ibrahim, serta Bhabinkamtibmas Desa Mepar Briptu Tomi Azwar.

Hadir pula Pendamping desa Mepar Roza, Ketua BPD desa Mepar Iskandar, Ketua PKK desa Mepar Aminah, serta Direktur Bumdes sesa Mepar Tauran.
Pada pukul 09.00 WIB, proses panen jagung pipil secara simbolis dilakukan oleh Camat Lingga bersama Kepala desa Mepar, Bhabinkamtibmas, dan Tim Satgas Swasembada Pangan.
Panen dilakukan di lahan seluas kurang lebih 0,5 hektare, dengan total hasil panen mencapai sekitar 500 kilogram jagung pipil.
Kepala desa Mepar, “Faif Sundoyo pada kesempatan itu menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah desa melalui Bumdes dalam mendukung program pemerintah, khususnya Asta Cita, yang menitikberatkan pada peningkatan swasembada pangan, penguatan ekonomi kreatif, pemerataan ekonomi, serta peningkatan kesehatan masyarakat.
“Program pertanian ini diharapkan mampu menjadi model pengelolaan potensi desa yang berkelanjutan,” ujarnya.
” Selain berkontribusi terhadap ketahanan pangan lokal, lanjut Faif Sundoyo, panen jagung pipil tersebut juga dinilai memberikan dampak positif terhadap produktivitas pertanian, dan kesejahteraan masyarakat.
“Manfaat yang diharapkan meliputi peningkatan hasil panen, bertambahnya pendapatan petani desa, hingga terbukanya peluang pengembangan agroindustri berbasis jagung pipil di wilayah desa Mepar.
” Faif sundoyo juga menyampaikan terima kasih, dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah hadir pada acara tersebut.
” Meskipun, hasil panen kurang maksimal akibat serangan hama, namun masih ada jagung yang masih bisa dipanen.
“Mudah-mudahan kegagalan ini bisa menjadikan pelajaran agar penanaman jagung berikutnya menghasilkan panen yang optimal,” tuturnya.
“Kita harus tetap optimis, dan terus bekerja keras, Insya Allah kedepan hasilnya akan lebih baik lagi,” sambungnya.
Selain tanaman jagung, lahan yang dikelola oleh Bumdes Mepar tersebut juga ditanami terong, kangkung, bayam, sawi dan tanaman lainnya.
“Faif Sundoyo berharap, kegiatan ini dapat menjadi inspirasi, dan motifasi untuk masyarakat agar dapat memanfaatkan lahan kosong menjadi lahan pertanian yang produktif.
Melalui kegiatan ini, desa Mepar diharapkan mampu memperkuat peran Bumdes sebagai motor penggerak ekonomi desa sekaligus mendukung visi Kabupaten Lingga dalam mewujudkan kemandirian pangan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat berbasis potensi lokal,” tutup Kades desa Mepar Faif Sundoyo.
(Kasmiran).
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























