Gerubok

ONEKLIK

NGULAK NGALIK

Home / JATIM / Madura / Sumenep / HNN Tahun 2026, Anggota Dewan Sumenep Ajak Nelayan Jaga Ekosistem Laut

HNN Tahun 2026, Anggota Dewan Sumenep Ajak Nelayan Jaga Ekosistem Laut

Sumenep, Lintasidonesia.co.id- Bertepatan pada momentum Hari Nelayan Nasional, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur Juhairi mengajak para nelayan untuk terus menjaga kelestarian ekosistem laut.

Kata Ahmad Juhairi, sebagai wakil rakyat DPRD Sumenep ini mengatakan bahwa momintum memperingati Hari Nelayan Nasional (HNN) tahun ini menjadi pengikat krusial bagi kita semua.

Kedaulatan pangan bangsa itu sangat bergantung pada keberanian mereka yang menerjang ombak setiap hari dilautan. Bahkan, ia mengajak nelayan tidak hanya fokus pada aktivitas penangkapan saja melainkan penting menjaga kelestarian ekosistem laut.

“Jadi, Hari nelayan ini harus dimaknai bukan hanya sekadar komunitas sosial, tetapi harus mampu dalam meningkatkan kesadaran untuk menjaga ekosistem laut,” katanya. Senin (06/4/2026).

Dengan demikian, pihaknya kini telah menyoroti maraknya praktik penangkapan ikan yang merusak ekosistem laut.

”Jadi, hari kebelakang terutama untuk masyarakat kepulauan itu dihadapkan pada perilaku praktek penangkapan yang seringkali temui masih menggunkana alat tangkap yang merusak ekosistem laut. Seperti, menggunakan zat kimia, potasium kemudian bom ikan dan alat lainnya seperti pukat harimau”. Paparnya.

Untuk itu, ia tekankan perlunya program yang terukur untuk melindungi nelayan lokal tradisional, termasuk menghadapi ancaman dari praktik penangkapan ilegal.

“Maka harus ada terobosan dan perlindungan nelayan lokal tradisional, termasuk menjamin wilayah laut kita bebas dari alat tangkap yang merusak,” tuturnya.

Kendati demikian, politisi kepulauan ini telah mengusulkan pembangunan pos keamanan laut di wilayah strategis, seperti Kepulauan Masalembu, Kangean, yang dinilai memiliki potensi perikanan besar tetapi rawan pelanggaran.

Begitu pula, kehadiran nelayan dari luar daerah yang kerap melanggar aturan, terutama terkait penggunaan alat tangkap, itu juga menjadi salah satu persoalan serius yang dihadapi nelayan lokal Sumenep.

“Sering kali ditemukan penggunaan alat tangkap merusak yang umumnya dilakukan nelayan dari luar daerah. Ini harus menjadi perhatian serius,” tegasnya.

Maka demikian, pihaknya berharap aspirasi nelayan, khususnya terkait keamanan laut, dapat segera direspons melalui pembangunan pos pengawasan yang melibatkan TNI AL maupun Polair. ” Ini penting kita lakukan untuk menjaga kelestarian laut sekaligus melindungi para nelayan lokal,” tutupnya. (Newys)

Check Also

Keluarga Pasien Puji Rumah Sakit RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep

MEDIA-LINTASINDONESIA.CO.ID | SUMENEP Pelayanan di RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep, mendapat apresiasi dari pihak keluarga …

Puluhan Raperda Mulai Dibahas DPRD Sumenep

Sumenep, Lintasindonesia.co.id- Puluhan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang masuk dalam program pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) …

Wakil Ketua Komisi III Minta Perketat Pengawasan Program BSPS

Sumenep, Lintasindonesia.co.id- Sekitar 570 unit Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) ditahun 2026 bakal turun kembali …

media UNGKAP TABIR

ABOUT LPPNRI

10 URUTAN BERITA YANG PALING BANYAK DI LIHAT

BERITA YANG PALING POLULER DAN KOMENTAR

SHARE AND FOLLOW THE SOCIAL MEDIA OF LINTAS INDONESIA

error: Content is protected !!