
Kabare- Medialintasindonesia.co.id,festiva suling tambur di Kabare Raja Ampat pada tanggal 24-26 sept 2018,dikabare Raja Ampat, merupakan yang pertama kali di rayakan di distrik,sebab selama ini festival suling tambur hanya di rayakan di ibukota kota waisai Kabupaten Raja Ampat,sehingga kali ini Pemda Raja ampat,berupaya untuk festival jangan hanya di kota waisai tetapi harus di rayakan di kampung-kampung,untuk itu Kabare menjadi titik awal perayaan festival suling tambur yang rencananya tahun depan di misool,
Dan kini perayaan festival suling tambur di Kabare tentunya merupakan bagian dari promosi,potensi sumbernya alam yang unik di antaraya yakni kelautan perikanan dan Parawisata dan budaya”Terang AFU.
“serta kampung memiliki potensi unggulannya kita terus berupaya menggerakkan seluruh potensi yang ada di salah satu orientasi pembangunan raja ampat,adalah merupakan perpijaknya pembangunan ekonomi masyarakat pasti di minta pembangunan kearifan lokal,yakni budaya suling tambur dan kesenian daerah lainnya hari ini juga berkolerasi dengan pembangunan dibidang parawisata yang saat ini sedang dijalankan oleh pemerintah,kita harus bangga karena raja ampat memiliki potensi destinasi wisata dunia oleh karena itu ivent festival ini sangat penting dan memiliki manfaat yang sangat besar”Katanya,dan sebagai ajang promosi di berbagai potensi dan kearifan lokal sebagai upaya melestarikan seluruh budaya sehingga kita hidup dan kelestarian lingkungan masyarakat kita,saya berharap agar pelaksanaan festival ini dapat berjalan dengan sukses dan memberikan manfaat yang sangat besar khususnya dan mendorong kesedian generasi mudah untuk mecintai budaya dan tradisinya memperkenalkan potensi wilayah kabàre distrik waigeo utara serta potensi wilayah pantai utara Raja Ampat serta dapat menjalin kreativitas dan kerjasama dan mensukseskan program pembangunan raja ampat yang maju dan jaya,khususnya untuk masayarakat Kabare kenapa festival ini dipindahkan ke Kabare sebenanya jujur saya katakan bahwa ini satu hadiah bagi masayarakat pantai utara atau daerah waigeo utara dan sekitarnya.
Ini satu persembahan yang luar biasa,kami ada disini untuk mendekatkan mereratkan diri dalam hal ini pemerintah dalam hal melakukan kebijakan-kebijakan ataupun berbagai ivent seperti ini ada di tengah masyarakat,masyarakat jangan terlalu jauh ke waisai,kali ini kita dekat dengan mereka dan semoga yang memang itu hadiahnya juga tidak terpotong maksudnya bahwa dia pulang menang diKabare atau supnin tidak terlalu jauh dekat dengan ibu kota raja Ampat,karena biasa festival di waisai pulang ke kampung uang sudah habis,ini yang saya berpikir bahwa kegiatan kegiatan seperti ini kita dekatkan kepada masyarakat supaya apa yang mereka raih dirasakan oleh semua peserta atau pesorak dan pengembira yang datang jauh mendukung festival tersebut dan Lebih khusus ini hadiah buat masyarakat Kabare raja ampat utara yang terpenting saya mau katakan bahwah jangan datang dan melihat bahwa harus menang dalam arti memaksakan harus menang,kalau yang menang adalah juri yang menilai dan saya tidak pun tidak masuk dalam juri itu dan saya percaya bahwa juri yang menilai ini punya kualitas punya jam terbang yang cukup tinggi,maka
“saya berharap bahwa juri juga menilai para peserta dengan betul-betul baik dan jujur dan bagi yang salah bukan saja kita mencari juara tapi disinilag kita berpiki untuk meningkatkan mereratkan silahturahmi ataupun kekeluargaan yang ada di kita serta membangun keterikatan kita,jadi yang paling terpenting adalah bagaimana kearifan seni budaya lokal ini perlu kita pelihara dengan baik artinya bahwa ini ajang pertandingan festival mari kita mainkan aktifitas supaya mendapatkan juara”.AFU
Ditambahkan AFU,jangan sampai kita pake suling tambur ini pada saat keadaaan yang sepih atau mengganggu orang tidur lagi begitu,Perayaan festival ini siapa yang terbaik dia pantas yang mendapat juara”,Katanya.
(derek)
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























