Gerubok

ONEKLIK

NGULAK NGALIK

Home / D.K.I-JAKARTA / Salawati di kuasai Sorong Bukan Tapal Batas Tapi Harta.

Salawati di kuasai Sorong Bukan Tapal Batas Tapi Harta.

Fahrudin Umalele.

WAISAI-Media Lintas indonesia.co.id– Terkait tapal batas Kabupaten Sorong dan kabupaten Raja Ampat,menjadi PR antara dua kabupaten tersebut,Soalnya masyarakat Salawati dalam hal ini ENAM KAMPUNG,Distrik Salawati Selatan
Mengakui Selama Salawati dikuasai Sorong sampai saat ini pemerintah kabupaten Sorong hanya Melihat sebelah mata,Contoh Kantor distrik yang terbakar dari Tahun 2004 Sampai saat ini belum di perbaiki dan pelayanan kepada masyarakat jauh di bandingkan dengan daerah lain yang masuk di kabupaten sorong ,” Terang,Umalele.

Ia juga menyampaikan kendala yang sering menimpa masyarakat Salawati,Terutama Soal Akses Salawati ke Sorong yang cukup memakan biaya,Apalagi Pengurusan KTP Pengeluaran Lebih besar hampir menelan biaya 1 Juta Masalah Transportasi perjalanan Salawati dan Sorong”.ucap.

Abas Umlati Anggota DPRD Raja Ampat Komisi B

Pertemuan yang tertib dihadiri Asisten 1 Lasiman,dan Anggota DPRD Raja Ampat,Komisi B,Drs.Mansur Syahdan M.si,Kabag Pemerintaha,Mohliyat Mayailibit SH.Kabag Hukum, tokoh adat, tokoh masyarakat, membahas tapal batas dengan Masing-masing pihak diberikan kesempatan untuk menyampaikan penjelasan terkait tapal batas mulai dari sejarah batas wilayah Salawati selatan, dan Raja ampat,letak sejarah serta wilayah adat, kehidupan masyarakat Selasa 9/10 (18) di Ruang Sidang DPR Raja Ampat kemarin Siang.

Pertemuan berjalan dengan baik saat pihak pemerintah dan DPRD serta perwakilan dari masyarakat adat Salawati selatan melakukan pemaparan dengan memiliki argumen yang kuat, masing masing sehingga keputusan mengenai tapal batas salawati selatan menunggu waktu dari pemda Raja ampat untuk segera sosialisasi ke enam kampung distrik Salawati Selatan,untuk mendengarkan dan memastikan letak wilayah Salawati dan Sorong berkedudukan dimana Sehingga Alternatif diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah kabupaten Raja Ampat”,Terang, Fahrudin Umalele.

Foto bersama pemda Raja Anggota DPR R4,Masyarakat adat Salawati selatan

Kami tetap kembali ke Raja Ampat,karena kami adalah satu suku maya satu bahasa,Kami di persatukan dengan satu bahasa,dan di hari ini saya berterima kasih kepada Tuhan sebab tadi pertemuan bisa komunikasi dengan bahasa raja ampat,Namun berapa puluh tahun,Kami ada di sorong”,ujarnya.

Sembari, jujur kami selama berada di kabupaten sorong sampai saat ini belum perna kami berkomunikasi dengan bahasa. Umalele,awalnya masalah tapal batas ini terjadi Pro dan Kontra yaitu (Tim dua puluh dua) dan (Tim seratus) berawal dari tim dua-dua yang ingin bergabung di tim seratus,namun tim seratus tidak menerima adanya permintaan dari tim tersebut,sehingga melalui niat baik ini (tim seratus),yang di percayakan untuk hadir pada pertemuan ini,sedangkan (Tim dua puluh dua) Tinggal Pangku Kaki,”Ujarnya.

kami pun berjanji hasil pertemuan antara Pemerintah,Anggota DPRD Raja Ampat komisi B. dan perwakilan Masayarakat Salawati selatan,Tetap hasilnya di bawah dan di umumkan di kampung bersama masyarakat,

Ditambahkan Anggota DPRD Raja Ampat Komisi B Abas Umlati, wilayah Salawati merupakan wilayah kabupaten Raja Ampat,Maka sudah tentu DPRD dan mendukung dengan Penuh disisi lain Tanggung Jawab kami DPRD,”ujar.

Pasalnya sampai Salawati tidak masuk di Raja Ampat,Kami malu karena Salawati merupakan wilayah kabupaten Raja Ampat,
“kepada awak media kenapa? sampai sorong mempertahankan Salawati itu karena harta, bukan soal batas wilayah.

Guna menguatkan sejarah kedudukan wilayah Salawati dan Raja Ampat ,”Abas kepada media ini membuktikan dokumen yang sebenarnya Tentang peta Raja Ampat dari Mr.Steven Finder chamer ia bekas Hps Raja Ampat yang berkedudukan di dom, dan mempunyai Empat Distrik,”ucapnya.

Saya pun punya Peta dari Tahun 56 itu masih ada lengkap dengan dokumen yang pertama,
untuk itu tidak menutupi keinginan masyarakat Salawati yang sekarang dengan senang tiasa bergabung dengan Raja Ampat,Maka itu sudah tentu menjadi tanggung jawab DPRD untuk memberikan ruang bagi mereka,

Untuk itu pemda Raja ampat rencana dua minggu ke depan, Tim dari pemerintah daerah kabupaten Raja Ampat turun sosialisasi ke wilayah Salawati yang masih di kuasai oleh Sorong,Sehingga Targetnya akan di kembalikan ke wilayah Raja Ampat.(dm)

Check Also

Gandeng Kantor Komunikasi Kepresidenan, Nawasena Indonesia Emas Gelar Diskusi Publik Ketahanan Pangan

  JAKARTA, LINTASINDONESIA.CO.ID | Nawasena 08, relawan pendukung Prabowo – Gibran pada Pilpres tahun 2024 …

Kemenkumham Bertransformasi Dalam Kabinet Merah Putih

Jakarta, media-lintasindonesia.co.id- Presiden Republik Indonesia ke delapan, Prabowo Subianto telah melantik menteri dan wakil menteri …

KELUARGA BESAR MEDIA LINTAS INDONESIA MENGUCAPKAN SELAMAT MEMPERINGATI HARI SUMPAH PEMUDA 28 OKTOBER 1928 – 2023. BERSAMA MAJUKAN INDONESIA

media UNGKAP TABIR

ABOUT LPPNRI

10 URUTAN BERITA YANG PALING BANYAK DI LIHAT

BERITA YANG PALING POLULER DAN KOMENTAR

SHARE AND FOLLOW THE SOCIAL MEDIA OF LINTAS INDONESIA

error: Content is protected !!