BELITUNG TIMUR– www.media-lintasindonesia.co.id. Pemerintah Kabupaten Belitung Timur melakukan kerjasama dengan Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) dalam rangka mengatasi carut-marutnya masalah pertanahan di Kabupaten Belitung Timur dan diharapkan dengan adanya kerjasama ini SDM di Kabupaten Beltim dapat melakukan penguatan perangkat tata kelola pertanahan, penerapan teknologi dan sistem informasi pertanahan yang terintegrasi dan mudah diakses.
Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) kerjasama dilakukan oleh Bupati Beltim, Yuslih Ihza dan Rektor STPN, Senthot Sudirman di Ruang Pertemuan Kampus STPN Jalan Tata Bhumi 5 Gamping Sleman Yogyakarta (10/12/18) .
Bupati Beltim mengatakan adanya Nota Kesepakatan tersebut akan menjadi landasan Pemkab Beltim dan STPN dalam menjalin kerja sama di Bidang Pendidikan, Penelitian, Pengembangan, Pemanfaatan Ilmu Pengetahuan dan Pengabdian kepada Masyarakat. Tujuan akhirnya untuk mengembangkan dan memanfaatkan potensi sumber daya di Kabupaten Belitung Timur secara optimal.
“STPN menyatakan siap membantu bantu untuk pendampingan untuk penataan administrasi pertanahan di Beltim. Dengan ini juga akanada penguatan kapasitas aparatur untuk penertiban tata kelola agraria yang pada gilirannya mempunyai multi efek terhadap penyelenggaraan pemerintahan, pendapatan daerah, generator ekonomi masyarakat dan mengeliminir konflik yang bersumber dari carut marut administrasi pertanahan,” ungkap Yuslih.

Ditambahkannya para Camat di Kabupaten Beltim juga dapat dengan mudah mengikuti diklat Pejabat Pembuat Akta Tanat (PPAT) karena Selama ini kuota di Provinsi sangat terbatas, sehingga para Camat di Kabupaten Beltim kesulitan untuk ikut diklat.
“Pemkab Beltim nanti juga bisa mengusulkan kelas khusus bagi camat untuk pendidikan teknis PPAT. Pengajar-pengajar di STPN, selain akademisi adalah praktisi di bidang pertanahan yg mumpuni, kebanyakan sudah pernah menjadi Kepala BPN/ kantor di beberapa wilayah diIndonesia,” tambah Yuslih.
Bukan hanya berhenti di situ saja, Putra-Putri Kabupaten Beltim juga bisa memperoleh kemudahan dalam proses seleksi calon praja STPN. Saat proses seleksi tim dari STPN yang akan langsung datang ke Kabupaten Beltim, pendaftar tidak perlu datang jauh-jauh ke Yogyakarta.
“Selain itu dengan adanya peningkatan kapasitas ini juga nanti akan berlaku untuk pemerintah desa dalam konteks bimtek dengan kadar teori dan praktek yg berimbang utamanya dalam hal pemetaan, sehingga tidak terjadi lagi kesalahan pemetaan di tingkat desa,” kata Yuslih. ***TIM
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























